Panen Terus Berlanjut di Kabupaten Garut

MONITOR Garut – Rangkaian panen di awal tahun 2018 terus berlanjut. Kali ini panen dilakukan di Desa Karangsari kec. Pangatikan, Kabupaten Garut Jawa Barat, Rabu (23/1).

Ketua Gapoktan Sugih Makmur, Ikin, menyampaikan bahwa luas hamparan di Karangsari mencapai 70,2 hektar, dan yang hari ini dipanen seluas 10 hektar.

Sementara itu Bupati Garut Rudi Gunawan dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk menjaga ketersediaan pangan di wilayahnya dengan optimalisasi lahan pertanian. 

"Kami sudah menyiapkan Perda untuk mengamankan lahan pertanian dan pangan berkelanjutan seluas 36.000 hektar" ujar Rudi

Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini, selaku koordinator Upsus Pajale Prov. Jawa Barat menuturkan bahwa kab. Garut merupakan salah satu daerah dengan panen terluas di Jawa Barat. 

"Dari luasan panen 100.000 hektar di Jawa Barat pada Januari ini, 15.000 nya ada di kab. Garut" ujar Banun. "Dari hasil panen ini, pemerintah daerah harus merancang bagaimana agar ada peningkatan nilai tambah bagi petani, sehingga kesejahteraan petani terus meningkat" tambah Banun.

Varietas padi yang dipanen adalah jenis ciherang dengan produktivitas 7 ton/ha. Sementara harga Gabah Kering Panen mencapai Rp 5.400 sd Rp 5.600/kg sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) Rp 6.200 sd 6.400/kg.

Menurut Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Tri Agustin Satriani, hadirnya tim upsus dari pusat juga ingin memastikan bahwa produksi dan stok di daerah tetap terjaga. 

"Alhamdulillah dari hasil panen ini kita bisa berkontribusi bagi ketersediaan pangan masyarakat" ungkap Tri.

Dalam kesempatan ini Bulog subdivre Ciamis-Garut juga melakukan serapan gabah (Sergab) kepada petani dengan harga yang disepakati yaitu Rp 5.400/kg untuk gabah yg hari ini sudah dipanen.