Pakai Kemeja Putih, Khofifah Kelilingi Hutan Mangrove di Pasuruan

MONITOR, Pasuruan – Masih di wilayah Pasuruan tepatnya di desa Nguling, calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sengaja memanjakan kakinya berkunjung dan menyusuri sebuah hutan mangrove seluas 175 hektar, Senin (19/3) kemarin siang.

Cagub nomor urut 1 ini tampak terpukau. Ia mengaku, hutan mangrove yang dikunjunginya itu memiliki sejarah panjang. Ya, mangrove merupakan salah satu vegetasi penyeimbang alam yang keberadaannya di pesisir pantai.

"Hutan mangrove ini dimulai 32 tahun lalu, saat salah satu penduduk disini Mukarim khawatir rumahnya terkena abrasi. Ia lantas mencari bibit mangrove ke Probolinggo dan mulai ditanam terus tanpa henti sampai saat ini," cerita Khofifah sembari berkemeja putih, saat berjalan dengan ditemani bapak Mukarim.

Atas dedikasi itu, Mukarim lantas dihujani pujian dari mantan Menteri Sosial RI ini. Pasalnya, hingga kini Mukarim masih tetap aktif berkeliling pantai di berbagai belahan penjuru Nusantara hanya untuk menanam tumbuhan mangrove.

"Salut kepada H Mukarim, pegiat lingkungan, yang konsisten menjaga hutan Mangrove hingga tumbuh dan memiliki nilai ekonomi untuk masyarakat banyak. Pak Karim ini juga peraih Kalpataru 2005 dari Presiden SBY dan Presiden Jokowi karena jasanya melestarikan hutan mangrove," terang Khofifah bangga.

Dilestarikannya tanaman mangrove ini, kata Khofifah, selain penangkal abrasi, pohon mangrove di desa Nguling menjadi sumberdaya alam dan pendorong ekonomi warga sekitar. Saat air surut pagi hari, ratusan masyarakat mencari kepiting, rajungan, kerang dan sebagainya.

Selain itu, tutur dia, nelayan dari berbagai daerah bisa mendapatkan ikan tidak perlu jauh ke tengah laut, buah pohon mangrove pun bisa menjadi olahan panganan dan minuman segar untuk dikonsumsi dan menjadi sumber ekonomi masyarakat.