Marak Gula Rafinasi Di Pasaran, Sepuluh Ribu Ton Gula Petani Tidak Laku.

MONITOR,Jakarta- Para petani tebu asal Cirebon, Jawa Barat, yang tergabung pada Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengaku kesulitan menjual hasil panen mereka, dikarenakan beredarnya gula rafinasi.

“Kami lakukan sidak sendiri dan hasilnya ditemukan tertumpuk di gudang banyak gula rafinasi menumpuk,” Kata ketua DPD APTRI Jabar, Dudi Bahrudin di Cirebon, Kamis.

Dudi mengatakan para petani pada musim giling tahun 2017 ini kesulitan menjual hasil panen mereka, dikarenakan tidak laku terjual.

Dia menuturkan di Jawa Barat terdapat 10 ribu ton gula yang menumpuk di gudang, ini disebabkan para pedagang tidak mau membeli gula dari petani.

Untuk itu pengurus APTRI mulai dari DPC sampai DPD mencoba mencari tahu alasan kenapa gula rakyat tidak laku di pasaran dengan melakukan sidak ke sejumlah pasar dan gudang.

“Ternyata kami temukan gula rafinasi beredar di pasaran dan ada juga yang numpuk di gudang, ini tentunya menyalahi aturan, karena gula rafinasi diperuntukan hanya untuk industri,” Tuturnya

Dudi melanjutkan kondisi seperti sekarang ini sudah sering dirasakan para petani, hampir enam tahun belakangan para petani selalu kesulitan menjual hasil panen mereka.