Lumbung Pangan Bali Awali Panen Raya

MONITOR, Tabanan – Kabupaten Tabanan merupakan lumbung berasnya Bali. Sebagai Lumbung pangan di Bali, Kabupaten Tabanan menyumbang sekitar 25% produksi beras di Bali.  

Tahun 2017 sampai akhir bulan Desember, tercatat luas panen di daerah ini mencapai 38.062 hektar, dengan produktivitas 5,6 ton Gabah Kering Giling (GKG).  Varietas padi yang ditanam beragam, namun masih didominasi  Varietas Ciherang. Varietas lain yang dikembangkan antara lain Cigelis, Cibogo, Inpari dan Hibrida Mapan 05.

Untuk penerapan teknologi beberapa subak masih konvensional, karena petakan-petakan sawah yang sempit dan berterasering. Namun di wilayah Subak yang memiliki petakan sawah yang lebih luas, sudah menerapkan teknologi sistem tanam jajar legowo 2:1, dan ada juga yang menerapkan Jarwo 4:1 dan 6 :1.

Mengawali Panen Raya, hari ini Kamis 25 Januari 2018, dilaksanakan di Subak Anyar Surabrata, Desa Lalang Linggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan. Panen seluas dua hektar dari hamparan padi siap panen  117 hektar. Panen Raya dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan  Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kepala BBPP Ketindan selaku penangung jawab Upsus di Bali, Kepala BPTP Balitbangtan Bali, Aster Kasdam IX Udayana, Danramil, Babinsa, UPTD, PPL, Peneliti, dan petani anggota Subak.

Menurut Made Sudiartawan selaku “Pekaseh” atau ketua  Subak Anyar, mengatakan bahwa Subak Anyar dibentuk pada tahun 1963 oleh para pendahulu mereka. Made Sudiartawan sendiri sudah menjadi pekaseh sejak tahun 1998.

Menurutnya anggota Subak Anyar sangat patuh dan penuh semangat. Lebih lanjut Made Sudiartawan mengatakan bahwa Subak Anyar  menerapkan pola tanam padi – padi – palawija. Made Sudiartawan juga mengaku saat ini subaknya sedang  berusaha untuk menangkar benih padi Varietas Ciherang dan Inpari 30.

Sementara itu, Kepala BPTP Balitbangtan Bali Dr. I Made Rai Yasa mengatakan, kedepan melalui program Upsus akan mengembangkan varietas unggul baru untuk meningkatkan produksi padi di Tabanan.

“Saat ini di sini baru mengenal Inpari 30 nanti kami akan perkenalkan Inpari 43, dan Inpari lainnya  kepada petani di sini,” ujarnya. 

Lebih lanjut Kepala Balai mengatakan kalau memungkinkan petani akan diajak bekerjasama dalam kegiatan Unit Penyedia Benih Sumber (UPBS) di BPTP Bali.

Sedangkan Kepala BPPSDMP Dr. Ir. Momon Rusmono dalam sambutannya menjelaskan produksi beras di Bali sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi karena Bali sebagai daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupu asing, maka untuk kekurangannya didatangkan dari provinsi lain.

Kepala BPPSDMP juga mengatakan bahwa harga gabah bersih senilai Rp. 4.400,- yang diterima petani di Subak Anyar saat ini, masih menguntungkan bagi petani.

''Saat puncak panen raya nanti yaitu Bulan Maret dan April, kami harapkan Kadistan Provinsi Bali, Kabupaten Tabanan, bersama dengan Bulog serta didampingi Penanggung jawab Upsus Provinsi Bali dan dari Kodam duduk bersama agar bagaimana caranya harga gabah di petani tidak jatuh sehingga masih menguntungkan bagi petani," ujar Kepala BPPSDMP.