Larangan Takbir Keliling Tak Berlaku di Purwakarta, Pemkab Siapkan Acara Meriah

MONITOR, Purwakarta – Imbauan tidak menggelar 'Takbir on The Road' di sejumlah daerah nampaknya tidak berlaku di Purwakarta. Warga di daerah yang terkenal dengan falsafah pembangunan ala Sunda ini, justru diakomodir oleh pemerintah setempat untuk menggelar kegiatan rutin jelang Hari Raya Idul Fitri tersebut melalui Festival Dulag.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mengatakan, tradisi menyambut Idul Fitri dengan kegiatan Festival Dulag atau Festival menabuh bedug sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu atau saat dirinya pertama kali menjabat sebagai Bupati Purwakarta pada 2008.

Seperti tahun sebelumnya, menurut Dedi yang juga merupakan ketua DPD Golkar Jawa Barat itu, terdapat sebanyak 999 bedug yang ditabuh dalam festival yang akan digelar di sepanjang Jalan KK Singawinata, Purwakarta tersebut.

"Ini kan tradisi yang sudah melegenda dalam rangka menyambut fajar 1 Syawal setiap tahun. Kami sudah melakukannya sejak 10 tahun lalu. Setiap tahunnya selalu meriah dan warga bisa tertib mengikutinya," kata Dedi, dalam keterangan persnya, Sabtu (24/6).

Dedi menambahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Purwakarta sebagai panitia teknis sudah mempersiapkan Festival Dulag sejak jauh-jauh hari sebelumnya, seperti sosialisasi ke berbagai laposan masyarakat. Hal ini dilakukan agar malam takbiran juga jalannya kegiatan berlangsung dengan tertib dan terpusat untuk mempermudah menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.