Lahir dari Rahim Reformasi, Kelompok Cipayung Plus Sumut Dorong Cak Imin Maju di Pilpres 2019

Monitor, Medan – Organisasi Kepemudaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung menggelar diskusi refleksi perjalanan Reformasi 1998. Diskusi yang diinisiasi oleh Pengurus Koordinator Cabang pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PKC.PMII Sumut), Rabu (21/6) di Amaliun Food Court Medan tersebut menyebut tokoh reformasi yang juga Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai sosok yang layak tampil sebagai pemimpin nasional.

Seperti diketahui, Gerakan Reformasi 1998 yang dimotori oleh mahasiswa yang dipelopori elemen kelompok cipyung plus telah mampu mendorong berbagai perubahan, baik sistem dan kepemimpinan politik serta reformasi hukum. 

Namun seiring dengan perjalanannya, kelompok Cipayung sebagai salah satu penggagas justeru belum mengisi kepemimpinan yang ada termasuk kepemimpinan nasional sehingga agenda-agenda reformasi banyak yang mandek ditengah jalan. Padahal banyak tokoh-tokoh yang saat ini berkecimpung di pentas politik nasional, salah satunya Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin.

Menurut Ketua Umum PMII Sumatera Utara, Boby Niedhal Dalimunte, Cak Imin adalah aktivis kampus dan juga merupakan alumni kelompok cipayung.

"Kita butuh masukan dan pandangan teman teman mahasiswa terkait sosok cak imin tersebut, beliau juga ada Majelis Pembina Nasional PMII. Sebagai masukan untuk menghadapi kepemimpinan masa depan khususnya pada Pemilu 2019," Katanya. 

Sementara itu Ketua Umum Badko HMI Sumut Septian Fujiansya chaniago mengaku meski dirinya belum mengenal Cak Imin secara spesifik, namun dirinya mengaku tak ragu dengan rekam jejak ketua umum PKB tersebut.

"Jika melihat rekam jejak beliau, kepiawaian, dalam keemimpinan, pemimpin yang memiliki yang berintegritas,  Cak Imin itu sosoknya sama dengan Senior  kami Anas Urbaningrum, kebijakannya sangat banyak mempengaruhi perubahan sistem politik indonesia, sehingga potensi dijegal lawan sangat besar," Ujar Septian.

"Kontribusi kelompok cipayung sangat penting, pastinya kita memiliki peluang besar memimpin bangsa, kita tidak hanya ada pasca reformasi, jauh sebelum reformasi kita sudah banyak berbuat," tambahnya.

Septian juga menegaskan bahwa kelompok Cipayung plus harus melihat potensi-potensi yang ada lahir dari kelompok cipayung, dan mendorongnya sebagai pimpinan ini ikut terleibat membangun bangsa.

"Cak Imin harus menjadi pemimpinan semua level, baik mudan maupun tua, mampu menjadi jembatan kepentingan, sehingga Cak Imin menjadi milik bersama," tegasnya.

Sementara itu Ketua Umum Korda GMNI Sumut Charles Munthe menilai Cak Imin sebagai sosok motivator penggerak aktifis yang menginspirasi.

"Kita Berharap Cak imin dapat ikut pada pentas pemilu 2019 akan datang, harus yakin dan percaya diri, siapa lagi kalau bukan dari kalangan kita," ujarnya.

Senada dengan paparan sebelumnya, Ketua Umum DPD KAMMI Sumut, Supandi menilai Kepemimpinan masa depan harus lahir dari kalangan aktifis, sosok Cak Imin menurut Supandi masih muda, masih enerjik, bukan hanya hebat didunia akdemik, namun juga suskes dipolitik

"Muhaimin memiliki peluang besar menjadi pemimpin bangsa, orangnya mudah senyum, suka bercanda, memliki kedekatan dengan Alm. Gusdur, tentu mewarisi pemikiran. Sosok tokoh yang digunakan setiap kali periode presiden, dari masa, Gudur, Megawati, SBY dan Jokowi," paparnya.

Ketua Umum DPD IMM Sumut, Budi setiawan menyebut Cak Imin lahir sebagai sosok sederhana, dari kalangan santri, tentu kegamaan beliau tidak perlu diragukan. Menurutnya, Satu satunya ketua Partai yang muda dari kelompok cipayung yang memiliki karir politik cemerlang, maka pantas diproyeksikan sebagai pemimpin bangsa masa depan

"Kekuatan yang dimiliki beliau hari ini harus benar benar dimanfaatkan untuk bangsa, Kata pepatah arab,  ak imin ini sosok inilah saya, bukan karena bapak saya, jadi memiliki kemadirian diri. Harapan kita pada beliau mampu membawa perubahan. Kami berharap ada forum dapat bertemu dengan Cak Imin dengan kelompok Cipayung," ungkapnya.

Ketua PW HIMMAH Sumut, Nurul Yakin sitorus berpandangan bahwa sosok Cak Imin tokoh fenomenal dalam mengisi percaturan politik Nasional yang merupakan kesempatan mendongkrak elektabilitasnya modal besar sebagai pemimpin masa depan.

"Kita berharap penuh dapat bertemu dengan Cak Imin, kita ingin mengenalnya lebih dekat. Sosok orang yang berprises dari bawah, berjuang dari nol, jadi jangan hanya melihat hasil sekarang, kita harus mencontoh perjuangannya," ujarnya.