Kemendag Pantau Stok dan Harga Beras Medium di Daerah

MONITOR, Palu – Kementerian Perdagangan terus memantau ketersediaan stok dan perkembangan harga beras diberbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Palu.

Tim dari Kementerian Perdagangan yang dipimpin Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, berkunjung ke Pasar Induk Tradisional Masomba Palu, Rabu (10/1).

Kegiatan monitoring itu diikuti Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Arief Latjuba, Kelapa Divisi Regional Perum Bulog Sulteng, Khozim dan sejumlah anggota Satgas Pangan Polda Sulteng.

Saat tim dari Kementerian Perdagangan berkunjung ke salah satu lapak pedagang beras di Pasar Masomba, yang menjadi mitra Perum Bulog Sulteng, ikut menjual beras medium dari petani lokal.

Dalam kesempatan itu, tim Kemendag sempat berbincang-bincang dengan pedagang soal persediaan dan harga beras di pasaran relatif terkendali.

"Ada sedikit kenaikan harga beras, tetapi masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan pemerintah pusat," kata Fajarini.

Menurut Fajarini, tim yang sama juga bergerak di seluruh provinsi di Indonesia. Kegiatan ini, dilakukan secara nasional di semua daerah.

"Jadi, tim dari Kemendag bergerak ke semua provinsi dalam rangka memantau ketersediaan dan perkembangan harga beras di pasaran di setiap daerah," jelas Fajarini.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, pemerintah pusat telah menetapkan HET beras medium dan premium. HET beras medium ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.450/kg dan beras premium Rp12.800/kg.

Memasuki awal 2018 ini, dalam rangka menjaga kestabilan harga beras di pasaran, pemerintah pusat telah menugaskan kepada Bulog di seluruh daerah untuk melakukan operasi pasar (OP) beras medium.

Bulog sudah melaksanakan operasi pasar dengan menjual beras medium seharga Rp8.500/kg. Harga ini jauh di bawah HET yang ditetapkan pemerintah.

Karenanya, pemerintah memberikan apresiasi kepada Bulog dan berharap stabilisasi harga beras di daerah itu tetap terjaga.

Fajarini juga meminta Bulog Sulteng untuk bekerja sama dengan pengecer menjual beras medium sehingga semakin banyak masyarakat yang membelinya.

Dilihat dari harga, beras medium yang dijual Bulog cukup murah hanya Rp8.500/kg. Lagi pula kualitas beras medium cukup bagus. 

"Harganya cukup oke dan bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.