Kearifan Lokal Lombok Timur Bantu Wujudkan Impian Kementrian Pertanian di 2045

MONITOR, Lombok Timur – Terjaganya waduk embung pertanian di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur dianggap membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan diapresiasi sebagai bentuk kearifan lokal masyarakatnya.

Hal tersebut disampaikan Penanggungjawab Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale) Nusa Tenggara Barat, Ani Andayani, pada MONITOR, Minggu (26/11).

Menurutnya, adanya waduk embung yang terkelola dengan baik dengan tercukupinya ketersediaan air ini, bisa mengoptimalkan fungsi lahan di daerah tersebut untuk bertanam padi dan palawija sepanjang tahun.

"Dengan adanya embung-embung ini dan bantuan distribusi mengalirkan airnya melalui saluran dan perpipaan sederhana, kini di Kecamatan Jerowaru sudah bisa mengoptimalkan fungsi lahannya untuk bertanam padi dan palawija sepanjang tahun. Itu semua berkat kearifan lokal turun-temurun," ujar Ani yang juga Staf Ahli Mentan Bidang Infrastuktur ini.

Kearifan lokal tersebut, lanjut Ani, turut membantu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mewujudkan visi Lumbung Pangan Dunia 2045. Saat ini, Kementerian Pertanian sedang mendorong optimalisasi lahan tidur yang umumnya rawa dan tadah hujan menjadi lahan produktif.

Untuk mewujudkan impian besar tersebut, Kementerian pertanian menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), akan membangun 30 ribu unit embung.

Tercatat ada 1.627 unit embung dengan ukuran bervariasi mulai 25-100 area di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB. Luasan embung tergantung letak dan kontur lahan. Air dari embung tersebut mampu mengairi seluas 4.384 hektare lahan pertanian. Namun saat ini, embung tersebut muali mendangkal karena endapan air tanah secara alami.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap, pemerintah pusat memberikan perhatian dengan memperbaiki embung tersebut. Caranya, menggali endapan atau memperdalam, sehingga fungsi "menabung" air semakin optimal.