Mentan Kesal 4.200 Ha Sawah di Barito Kuala Tak Capai Target dalam 6 bulan

MONITOR, Barito Kuala – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus meninjau realisasi cetak sawah dari lahan rawa seluas 4.200 ha di Desa Jejangkit, Kecamatan Marabahan, Barito Kuala, Jum’at (29/6/2018).

Lokasi tersebut nantinya akan dijadikan percontohan teknologi pertanian pada Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 yang akan dilaksanakan pada Oktober 2018 mendatang.

Dari pantauan MONITOR di lokasi, Amran yang tiba di lokasi persawahan kaget ketika mendengar laporan Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala sekaligus melihat hasil cetak sawah yang jauh dari target yang diharapkan.

“Ini sudah enam bulan sejak saya kesini belum ada perkembangan,” ujar Amran dengan raut muka kesal.

Menteri Amran lantas membandingkan apa yang sudah dilakukan oleh TNI AD di wilayah Meurauke yang telah berhasil mencetak sawah seluas 6.000 ha dalam waktu kurang lebih 2 bulan dari lahan hutan.

Sementara untuk lahan seluas 4.200 ha yang berlokasi di Kabupaten Barito Kuala tersebut, belum terrealisasi sepenuhnya hingga memakan waktu 6 bulan.

Amran pantas kesal. Pasalnya, untuk mendukung alih fungsi lahan rawa menjadi sawah di lokasi tersebut pemerintah melalui Kementan telah menggelontorkan dana tidak sedikit yaitu berupa bantuan alsintan (alat mesin pertanian) berupa alat berat sebanyak 40 unit eskavator senilai Rp 200 milyar termasuk biaya Rp 4.000.000/ha.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Letjen TNI Tatang Sulaiman meninjau persiapan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXVIII 2018 digelar di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Oktober mendatang, Jumat (29/6).

Hadir pada kunjungan ini Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Asisten Teritorial, Mayjen TNI Supartodi, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Pending Dadih Permana dan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi.