Ini yang Dilakukan Mentan Percepat Realisasi Cetak Sawah di Kalsel

MONITOR, Barito Kuala – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai meninjau langsung ke lapangan realisasi program pemanfaatan lahan rawa menjadi persawahan di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan yang meleset dari target 4.200 ha yang belum terlaksana sepenuhnya dalam waktu enam bulan.

Tak ingin bertele-tele, Amran langsung bergerak cepat mengambil langkah mengecek dan mendata pemanfaatan eskavator (alsintan) di beberapa kabupaten di Kalsel. Satu persatu kepala dinas pertanian kabupaten ditanya langsung tentang pemanfaatan bantuan alsintan yang sudah direalisasikan sejak akhir 2017 lalu itu di forum Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXVIII 2018 di Barito Kuala, Jumat (29/6/2018).

Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXVIII 2018 di Barito Kuala, Jumat (29/6/2018).

“Kadis HSS (Kabupaten Hulu Sungai Selatan-red) mana?,” tanya Amran.

“Berapa eskavator yang sudah diterima? Berapa yang sudah diterjunkan? Tarik kembali yang mengganggur,” tanya Amran ke setiap kepala dinas kabupaten di Kalsel dalam forum yang juga dihadiri Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Tatang Sulaiman, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Bupati Barito Kuala, Asisten Teritorial, Mayjen TNI Supartodi, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Pending Dadih Permana dan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi.

Setelah mendengar dan mencatat laporan masing-masing daerah. Amran langsung memerintahkan eskavator yang belum digunakan dengan jumlah kurang lebih 18 buah untuk dikumpulkan dan dipakai oleh dinas pertanian Barito Kuala. Amran bahkan memerintahkan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Pending Dadih Permana untuk mengirim tambahan 20 buah eskavator langsung hari itu juga dari Jakarta demi menyelesaikan target 4.200 ha pemanfaatan Rawa untuk Persawahan.

Selain menambah eskavator, dalam kesempatan tersebut Amran juga meminta Wakasad dan Aster mengambil alih pelaksanaan cetak sawah dengan pemanfaatan lahan rawa di Barito Kuala. Tidak tanggung-tanggung, Amran menargetkan itu bisa diselesaikan dalam waktu dua bulan.

Amran yakin karena berdasarkan pengalaman, TNI AD sebelumnya telah berhasil mencetak sawah dari pemanfaatan lahan hutan di Marauke seluas 6.000 ha hanya dalam waktu enam bulan saja dan 5.000 ha lahan rawa di Sumatera Selatan dalam waktu lima bulan.

“Bagaimana, apakah siap bekerja ini demi membahagiakan rakyat,” tanya Amran kepada personel TNI AD yang hadir disaksikan Wakasad dan Aster.

“Siap,” jawab para prajurit itu.

Menteri Pertanian, Amram Sulaiman saat Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXVIII 2018 di Barito Kuala, Jumat (29/6/2018).

Amran menegaskan peringatan HPS 2018 hatus momentum penting untuk memperkenalkan kepada dunia akan kemajuan pembangunan pertanian, terutama keberhasilan Indonesia memanfaatkan lahan rawa menjadi lahan pertanian produktif. Karena itu, lahan rawa berpotensi untuk menyediakan stok pangan nasional sehingga kedaulatan pangan terwujud.

“Dengan lahan rawa 1 juta ha yang ada di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan, ada tambahan beras 8 juta ton per tahun jika ditanam 3 kali setahun dan produktivitasnya 5 ton per ha,” demikian kata Amran.

Lahan rawa yang akan dijadikan lokasi Gelar Teknologi Peringatan HPS XXXVIII 2018 kali ini seluas 4.200 ha yang berlokasi di Kabupaten Barito Kuala. Pengembangan lahan rawan dilengkapi dengan pembangunan irigasi dan mekanisasi pertanian modern.

“Kami harapkan 4.200 ha lahan rawa sudah terbuka dalam beberapa bulan ini sehingga di HPS nanti sudah bisa ditanami. Anggaran kami kasih khusus untuk Kalsel karena memliki lahan rawa yang potensinya besar,” ungkap Amran.

“Eskavator ini akan bergerak ke kabupaten lainya menjadi brigade membangun lahan sawah. Sebab, potensi lahan rawa sangat menjamin ketersedian beras nasional,” jelas Amran.