Kabupaten Parimou Tak Pernah Surut Panen Padi

MONITOR, Parimou – Sebagai pusat produksi padi di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Parimou tak pernah berhenti melakukan panen padi. Kali ini giliran salah satu desa di Kecamatan Mepanga, panen di sekitar 33 ha dari hamparan panen sekitar 3000 ha. 

"Parimou tiap hari tanam dan hasilnya Parimou juga tiap hari panen," ujar Bupati Parimou H. Samsurizal Tombolotutu.

Ia menegaskan, apabila hari ini Mepanga (Bagian Tengah Parimou) panen, maka di Bagian Selatan, seperti di Parigi sudah melakukan tanam. Sementara Bagian Utara seperti di Moutong beberapa saat lagi akan menyusul panen. 

"Strategi ini dijalankan untuk amankan pasokan dan harga beras. Siapapun yang ganggu petani, saya lawan," jelasnya.

Syamsurizal menegaskan, Kabupaten Parimou saat ini siap menjadi lumbung beras Indonesia Timur. Karena itu, pemerintah daerah bertekad untuk meningkatkan terus produksi beras Parimou.

"Sehingga ke depan Parimou tidak hanya memasok Sulawesi saja tapi juga pulau lain seperti Maluku, Papua, dan lain-lain," sebutnya.

Rupanya tekad Bupati mantan tentara ini tidak main-main. Ini terbukti selama masa jabatannya Samsurizal berhasil mendongkrak daya saing Parimou dari rangking 8 menjadi ranking 4 di Propinsi Sulawesi Tengah. 

Di level nasional pun, Parimou juga berhasil masuk sepuluh besar kabupaten/kota produktif dari 511 kabupaten/kota nasional. Diantara 10 kabupaten/kota terbaik tersebut hanya Parimou yang berbasis Pertanian. 

Bagian Humas Kabupaten Parimou, Jefri menambahkan Kabupaten Parimou surplus beras sekitar 140 ribu ton tahun 2017. Surplus ini diekspor ke kabupaten tetangga seperti Palu, Toli-toli, dan Buol.

"Selain itu juga diekspor ke Propinsi Gorontalo dan Sulut, terutama Manado," ujarnya. 

Di samping itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parimou, Nelson Netubun menyebutkan Keberhasilan panen raya di Parimou ini atas dukungan Kementan melalui program Upsus. Kemudian, menindaklanjuti arahan Prosiden Jokowi, Pemda Parimou menggaet Institut Pertanian Bogor bekerjasama kembangkan pertanian dan perikanan. 

"Kelapa kopyor sangat potensial dikembangkan di daerah pantai seperti Parimou," kata Nelson. 

Selanjutnya Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional selaku Penanggung Jawab Upsus Propinsi Sulawesi Tengah, Mat Syukur, menuturkan seluruh SKPD terkait, camat, kades, penyuluh harus mendukung tekad Bupati untuk menjadikan Parimou lumbung beras Indonesia Timur. 

Kementan pasti akan memberikan reward kepada kabupaten/kota yang berprestasi dan sebaliknya memberikan punismen kepada daerah yang tidak mencapai target. 

"Reward Kementan dapat dalam bentuk bantuan benih, alsintan, cetak sawah baru, atau anggaran pembangunan sektor pertanian yang lebih tinggi dan bentuk-bentuk bantuan lainnya," tuturnya.