Jangan Rugikan Petani Hanya Karena Pilkada

MONITOR, Maros – Terkait adanya pemberitaan soal tudingan Kementerian Pertanian (Kementan) ikut ‘bermain’ dan mendukung salah satu kandidat di Pilkada Sulsel dengan mengkampanyekan salah satu kandidat, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku Gowa Ir. Kemal Mahfud. MM angkat bicara.

Menurut Kemal Mahmud, tudingan seperti itu sama sekali tidak berdasar karena program berupa bantuan Kementan kepada petani sudah dilakukan sejak lama secara rutin dari tahun ke tahun, dan berlaku di seluruh Indonesia.

“Program pembagian bibit hortikultura ini sudah berlangsung lama dan dilakukan setiap tahun. Saat ini ada 171 kabupaten kota di seluruh Indonesia yang memperoleh bantuan. Tidak ada kaitannya dengan Pilkada”, tegas Kemal Mahmud, Rabu (18/4/2018).

Terkait bantuan hortikultura Kementan ke petani, Kemal menjelaskan bahwa ini adalah program nasional dan memang diberikan setiap tahun ketika memasuki masa musim tanam.

“Bibit hortikultura itu tidak boleh disimpan dan harus diberikan karena berhubungan dengan musim hujan dan waktu tanam petani. Apa mau bantuan ini kita alihkan ke daerah lain, tentu petani kita akan marah bila program bantuan Kementan  ini tidak mereka dapatkan. Jangan kita rugikan petani hanya karena Pilkada,” kata Kemal.

Begitupun dengan dengan program penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan Kementan telah bergulir sejak lama karena petani memang harus ada pendampingan dari penyuluh untuk memberi advis terkait peningkatan produksi pertanian.

Semua orang sudah tahu tentang program penyuluhan ini dan petani telah mengakui manfaatnya”, ujar Kemal.

Di samping bantuan bibit Kementan juga membagikan 10 juta ternak ayam ke 1.000 desa di delapan propinsi, termasuk Sulsel. Menurut Kemal, ini merupakan program Kementan dalam upaya mengimplementasikan arahan Presiden Jokowi terkait pengentasan kemiskinan berbasis pertanian.

“Jadi dilakukan untuk seluruh Indonesia dan merupakan program nasional. Tidak ada kaitan dengan Pilkada. Bila memang ada pihak yang keberatan dengan program di satu daerah, bisa saja dialihkan ke daerah lain. Tapi apa petani tidak marah? Mari kita jangan rugikan petani hanya karena Pilkada”, pungkasnya.