Agus Maulana Ajak Warga Tangsel Perangi Politik Uang

Caleg Tangsel Agus Maulana

MONITOR, Tangsel – Praktik politik uang di Indonesia masih marak terjadi. Praktik ini hampir selalu terjadi pada setiap helatan pemilu, dari mulai Pilkada, Pileg sampai ditingkatan paling besar Pilpres sekalipun.

Baru – baru ini Lembaga Arus Survei Indonesia yang bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel merilis hasil survei terhadap tingkat partisipasi pemilih di Kota Tangerang Selatan untuk Pemilu 2019. Dari temuan survey tersebut diketahui angka potensi politik uang di Kota Tangsel cukup tinggi, yaitu sebanyak 35 persen, responden mengayatakan akan menerima politik uang.

Merespon hal tersebut, Agus Maulana, Caleg DPRD Provinsi Dapil Banten VII mengungkapkan keprihatinannya. Pesta demokrasi yang harusnya berlangsung Luber Jurdil dinodai dengan praktik politik yang akan merusak kualitas demokrasi di Kota Tangerang Selatan.

“Praktik semacam ini sungguh merusak kualutas demokrasi kita. Bayangkan suara warga diperjualbelikan dengan begitu murah. Ini menunjukan kualitas demokrasi kita masih belum begitu baik” ujarnya pada wartawan di Ciputat, Tangsel, (11/1/2019)

Agus juga menilai, angka potensi politik uang sebesar 35 persen tersebut dinilai cukup tinggi. Karena menurutnya untuk daerah perkotaan mestinya praktek politik uang harus lebih rendah dari persentase tersebut.

Caleg muda dari Partai Nasdem ini mengajak seluruh warga untuk menolak dan memerangi politik uang. “Tentu kita akan terus menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi politik uang. Mari kita rayakan pesta demokrasi ini dengan cara-cara yang sehat sesuai dengan aturan yang ada, agar pemimpi yang terpilih nanti benar-benar pilihan yang sesuai dengan nurani kita bukan karena uang,” tandasnya.