Ini Cara Musa Rajekshah Dukung Anak Muda Kembangkan Bakat sesuai Zamannya

MONITOR, Jakarta – Calon wakil gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menyampaikan perhatiannya kepada generasi Y dan generasi Z atau generasi milenial untuk mengembangkan diri sesuai karakter dan tuntutan zamannya.

“Pada mereka sesungguhnya masa depan bangsa ini kita titipkan, karenanya mereka harus dipersiapkan menghadapinya dan difasilitasi pengembangan dirinya,” ujar tokoh muda Sumut itu saat ditemui di Jakarta, Selasa (20/3). 

Bang Ijeck, demikian Musa Rajekshah biasa disapa, menyampaikan bahwa generasi Y maupun generasi Z adalah asset bangsa yang luar biasa. Mereka banyak, cerdas melek teknologi, punya cara padang dan gaya hidup yang khas.

“Pak Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur dan saya berkomitmen untuk memberi ruang yang luas bagi generasi ini untuk berekspresi, berkreasi dan memberi wadah bagi ekonomi kreatif dan industri kreatif yang menjadi kekhasan mereka,” ujarnya

Menurut Musa Rejakshah, penting bagi pemerintahan Sumut ke depan untuk beradaptasi dengan kebutuhan mereka. Layanan pemerintah harus menggunakan teknologi informasi yang ter-update dan mengikuti tren.

"Jangan sampai layanan di desa atau kecamatan masih manual dan lama sementara yang generasi yang dilayani biasa bergerak cepat dan instans. Mereka bisa cepat melaporkan situasi melalui sosial media, sementara petugas pemerintah masih duduk di depannya," ungkapnya.

“Jadi modernisasi layanan pemerintahan pasti kita sesuaikan. Di kantor layanan umum pemerintah wajib menggunakan teknologi informasi dan tentu harus ada wifi berakses bagus yang gratis,” ujarnya.

Secara umum, generasi milenial atau biasa juga disebut generasi Y, adalah anak-anak muda yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 1997. Mereka disebut milenial karena satu-satunya generasi yang pernah melewati milenium kedua.

Sementara generasi Z adalah mereka yang lahir pada pertengahan 1990-an sampai medio 2000-an. Generasi Z pertama lahir pada tahun 1995, kini sudah berumur 21 tahun. Itu berarti sudah beranjak dewasa, tercatat di DPT ikut pemilu, sedang mencari atau sudah punya pekerjaan. Dua generasi ini kini mendominasi jumlahnya.