Ini Alasan Pakde Karwo Larang Warga Jatim ke Myanmar

MONITOR, Surabaya – Sejumlah ormas di Indonesia menggelar aksi simpati etnis Rohingya. Begitu halnya di Surabaya, beberapa ormas Islam di wilayah Sampang, Pamekasan dan Pasuruan berencana untuk melakukan 'jihad' ke Myanmar.

Terkait wacana itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo angkat suara. Ia tegas melarang warga Jawa Timur pergi ke Myanmar untuk urusan tragedi Rohingya.

Menurutnya, banyak upaya kepedulian yang bisa ditempuh dalam meringankan beban penderitaan etnis Rohingnya. Misalnya kata Soekarwo, melakukan doa bersama di tanah air atau menyumbang donasi kemanusiaan.

"Persoalan etnis Rohingya di Myanmar sudah menyangkut politik luar negeri. Jadi biarlah ini menjadi urusan negara. Warga Jatim dan ormas Islam tidak usah ke sana. Tidak boleh itu. Toh sekarang pemerintah Indonesia juga sudah ke sana (Myanmar)," ujar Pak Dhe Karwo, sapaan akrabnya.

Soekarwo melanjutkan, dirinya tak keberatan apabila warga Jawa Timur menggalang dana kemanusiaan bagi Rohingya. Hal itu dikatakannya, lebih realistis daripada menjadi relawan.

"Kalau mau membantu, memberikan sumbangan silakan. Nanti bisa dikoordinasikan dengan pemerintah," terang Politikus Demokrat ini.