Gusdurian Purbalingga Ajak Teladani Gus Dur dalam Berdemokrasi

MONITOR, Jakarta – Sewindu Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang diselenggarakan oleh Gusdurian Purbalingga kali ini mengambil Grand Tema "Meneladani Gus Dur dalam berdemokrasi".

Acara haul yang dilaksanakan pada hari sabtu (30/12) bertempat di Aula SD BINA HARAPAN (Kompleks Gereja Kristen Indonesia Purbalingga) dihadiri Pendeta  Hotler Abner Manurung (GKI), Sukhedi, S.Ag (KPU Purbalingga), dan Indaru Setyo Nurprojo, M.Si (Akademisi Unsoed Purwokerto) sebagai narasumber acara.

Selain para narasumber tersebut, hadir sebagai peserta perwakilan dari elemen masyarakat lintas iman, OPK, ormas, polres, dan komunitas  biker purbalingga.

"Tujuan peringatan sewindu Gus Dur ini tidak lain adalah membangkitkan ruh demokrasi di negara kita yg mulai luntur," Kata Setyo Haryono Aktivis Gusdurian Purbalingga sekaligus panitia acara pada MONITOR, Minggu (31/12).

Pada diskusi tersebut, menurut Setyo, Pendeta Manurung selaku tuan rumah menyampaikan bahwa dalam merawat kebhinekaan semua elemen masyarakat harus mampu menerapkan nilai-nilai demokrasi yg telah diwariskan oleh Gus Dur.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan musik kontemporer dari Ki Ageng Juguran (KAJ) dan penampilan orchestra musik dari GKI purbalingga.

Pada sambutannya, Koordinator Gusdurian Purbalingga Abdul Basir, menyatakan bahwa perbedaan seharusnya tidak menjadi batu penghalang untuk saling menolong, menghormati dan bertoleransi.

"Karena merawat kebhinnekaan dalam konteks keIndonesiaan itu penting. Dan mengapa sistem demokrasi yg dianut oleh bangsa kita adalah demokrasi pancasila, padahal banyak pilihan demokrasi yang ada? Karena Pancasila juga terkandung nilai-nilai universal keislaman yang rahmatan lil 'alamin," ujar Gus Basir sapaan Koordinator Gusdurian Purbalingga ini.

Acara rutin tahunan haul Gus Dur yang digelar komunitas pencinta KH Abdurrahman Wahid ini juga dihadiri komunitas Gusdurian banjarnegara dan santri 'Gus Dur' dari Ponpes Ciganjur Jakarta.