Dinas Perpustakaan dan FPL Padang Buka Puasa Bareng Warga Kurang Mampu

Monitor, Padangpanjang – Kondisi suami yang tengah menderita penyakit keropos tulang sendi tidak menyurutkan semangat Eliwarni berusaha. Ia singsingkan lengan baju, turun ke ladang, meski tanah yang menumbuhi sayur-mayur yang ditanamnya ia sewa dari orang lain.

“Saya tak mau berdiam diri. Anak saya banyak, mereka sekolah dan membutuhkan biaya yang cukup besar,” kata Eliwarni saat menerima kunjungan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padangpanjang, Datuk Alvisena, dan Pengurus Forum Pegiat Literasi (FPL) Padangpanjang, Selasa (6/6), di kediamannya di Padangpajang Timur, Sumatra Barat.

Di raut wajah perempuan itu tampak ketegaran. Sesekali ia tersenyum. Saat menceritakan kondisi keluarganya, kedua bola mata Eliwarni berkaca-kaca. Sementara di sebelahnya duduk Dedek, 13 tahun, putra bungsunya yang telah tamat SD dan akan memasuki SMP.

“Saya ingin menjadi polisi,” kata Dedek polos ketika ditanya cita-citanya.

Eliwarni bercerita, sebelum Bustaminur, 52 tahun, suaminya divonis dokter mengalami penyakit keropos tulang sendi, sang suami bekerja sebagai sopir truk. Tetapi sejak sakit sang suami tidak dapat lagi membawa mobil sebab akan membahayakan keselamatan sang suami.

“Sejak itu bapak tidak lagi bekerja dan lebih banyak di rumah,” kata Eliwarni yang mengungkapkan penyakit sang suami telah menahun namun beruntung dapat dioperasi.

Setelah dioperasi, kondisi kesehatan Bustaminur membaik namun tetap tidak dapat melakukan pekerjaan berat. Alhasil kondisi itu berpengaruh pada ekonomi keluarga, ditambah jumlah anak enam orang dan berusia sekolah.

Ketegaran dan kesabaran pasangan suami istri itu berbuah setelah mereka mendapat bantuan hewan ternak berupa kambing dari Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Padangpanjang. Awalnya keluarga itu dibantu dua ekor kambing lalu berkembang menjadi enam ekor.

“Alhamdulillah, bantuan ini sedikit membantu masalah ekonomi kami terutama untuk membiayai sekolah anak-anak,” ujar Eliwarni.

Kedatangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padangpanjang ke kediaman Eliwarni dalam rangka silaturahmi dan mendekatkan manfaat perpustakaan ke warga. Rombongan Dinas Perpustakaan dan FPL juga melakukan buka puasa bersama dengan biaya yang ditanggung Dinas Perpustakaan.

“Kami menyumbangkan beberapa judul buku wirausaha untuk keluarga ini. Kami berharap buku-buku itu dapat bermanfaat,” kata Alvisena.

Ikut dalam rombongan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padangpanjang, Neldawati, Kasi Pengelola Perpustakaan Darmawati, Sekretaris Satpol PP Padangpanjang, Tuti Abdul Rajab, dan dua orang staf.

Sementara dari Forum Pegiat Literasi Padangpanjang turut mendampingi Ketua FPL Muhammad Subhan beserta anggota Niki Martoyo dan Iskandar Arif.

Ditambahkan Alvisena, kegiatan mengunjungi rumah-rumah warga kurang mampu salah satu program Dinas Perpustakaan bersama FPL dalam rangka menyentuh langsung masyarakat dan mensosialisasikan gerakan gemar membaca.

“Program ini akan rutin kami lakukan, sehingga manfaat perpustakaan semakin terasa dan dibutuhkan,” kata Alvisena.

Ketua Forum Pegiat Literasi Padangpanjang Muhammad Subhan menyebutkan, saat ini FPL sedang menggencarkan program “Padangpanjang Banjir Buku”. Buku-buku itu dikumpulkan dari warga dengan target setelah “membanjir” buku-buku itu dikembalikan lagi ke masyarakat.

“Saat ini telah terkumpul seribuan buku. Target kami dapat mencapai satu juta buku,” kata penulis novel “Rumah di Tengah Sawah” itu.

FPL memberi apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padangpanjang yang jajarannya, dari pimpinan dan staf, telah mewakafkan buku milik pribadi untuk gerakan ini. Dia berharap wakaf buku itu bisa diikuti pimpinan dan staf di lingkungan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kota Padangpanjang lainnya.

“Bicara literasi maka harus bicara ketersediaan buku. Kami memulainya dengan program wakaf buku. Semoga didukung masyarakat dan disambut pimpinan dan staf OPD,” ujarnya.

Forum Pegiat Literasi Padangpanjang dibentuk pada 7 Maret 2017 dan dikukuhkan kepengurusannya oleh Walikota Padangpanjang pada 22 Mei 2017. FPL merupakan forum literasi gabungan lintaskomunitas di Padangpanjang dengan target kerja menjadikan kota ini Kota Literasi.