Dibuka Gus Ipul, Porsadin III Diikuti 1.386 Santri Diniyah

MONITOR, Pasuruan – Pekan Olah Raga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) III telah resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul di Taman Candra Wilwatikta, Pasururan, Jumat (17/11) tadi malam. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini akan diramaikan sebanyak 1.386 santri madrasah diniyah (madin) dari berbagai provinsi.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengatakan bahwa Porsadin dapat menjadi ajang yang strategis untuk memperkokoh silaturahmi para pengelola madin sekaligus mengasah kemampuan para santri-santrinya. Dia berharap, lewat kegiatan yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP-FKDT) di Kabupaten Pasuruan ini, nantinya melahirkan bibit-bibit unggul yang mengharumkan nama Indonesia di masa mendatang. 

“Melalui Porsadin saya berharap melahirkan bibit-bibit unggul yang akan membawa harum nama bangsa, untuk itu marilah bersama-sama berlomba dengan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum DPP FKDT Lukman Hakim mengatakan, Porsadin  merupakan wahana pembuktian para santri madin takmiliyah kepada masyarakat. Lewat  ajang ini, santri akan bisa menunjukkan beragam prestasinya di bidang seni dan olah raga. Menurutnya, Porsadin juga diharapkan sebagai peneguhan sikap dan komitmen Madrasah Diniyah Takmiliyah akan kecintaannya pada bangsa dan negara. 

“Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah tempat terbaik untuk membangun pendidikan karakter," tutur mantan aktivis mahasiswa UIN Walisongo Semarang ini.

Lukman juga mengungkapkan alasan memilih Pasuruan sebagai lokasi Porsadin kali ini,  menurutnya prestasi kabupaten yang dipimpin Irsyad Yusuf tersebut diakui sebagai  kabupaten yang sangat  peduli dan memperhatikan perkembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Pasuruan satu-satunya daerah yang berani mengeluarkan peraturan bupati (perbub) wajib madin.

Panitia menjelaskan untuk ajang Porsadin kali ini  Ada dua bidang kategori yang dilombakan dalam Porsadin kali ini yaitu bidang akademik dan non akademik. Untuk bidang akademik terdiri dari tahfidz, cerdas cermat diniyah, pidato bahasa arab, pidato bahasa Indonesia, murottal wal imla dan musabaqoh qiroatul kutub (MQK).

 "Untuk bidang nonakademik meliputi lomba kaligrafi, puisi islami, atletik (lari sprint), futsal, dan tenis meja (eksebisi)," ujar Panitia.