Dedi Mulyadi dan Penjual Kaos Persib

MONITOR, Bandung – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi diminta mendatangi rumah salah seorang penjual kaos Persib saat akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Jabar, Selasa (9/1).

Usai melakukan deklarasi pasangan calon gubernur/wakil gubernur Deddy Mizwar/Dedi Mulyadi ("2 DM") di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Dedi bertolak ke Stadion Sidolig, Kota Bandung.

Pria yang akrab dipanggil Kang Dedi ini bermaksud bergabung dengan rombongan kesenian dari 27 Kabupaten/Kota yang akan bergerak menuju KPU Jawa Barat. 

Tapi mendadak dirinya diminta salah seorang warga untuk melihat kondisi rumah Budiman (40). Sehari-hari, ia diketahui menjalankan profesi sebagai penjual kaos Persib di Stadion Sidolig.

Di rumahnya, Budiman kemudian menceritakan ihwal rumah berukuran 2×3 meter yang ditinggali kepada Dedi. Rumah tersebut seharusnya dibagi menjadi lima bagian berdasarkan hak waris dari orang tuanya. Tetapi, karena salah seorang keluarganya bekerja di Papua, rumah tersebut hanya dibagi empat.

"Mohon maaf kecil rumahnya," kata Budiman.

Budiman dalam percakapannya sempat mengeluhkan penghasilan usahanya yang tidak menentu. Sebab kaos Persib yang ia jual bukan miliknya. Dia hanya membantu menjual kaos milik salah seorang juragan kaos di daerah tersebut.

Mendengar curhatan Budiman, Kang Dedi langsung menanggapi, ia kemudian memberikan sejumlah modal usaha.

"Mau ya jualan kaos sendiri. Biar penghasilannya lebih besar," kata Dedi menawarkan kepada Budiman.

Tawaran sebesar Rp10 Juta tersebut kontan diterima oleh Budiman. Ia mengucapkan terima kasih dan menawarkan kembali bantuan yang bisa dilakukannya untuk Dedi Mulyadi dalam rangka menghadapi Pilgub Jawa Barat.

Tetapi, secara halus Kang Dedi menolak tawaran 'imbal jasa' Budiman. Kang Dedi justru menyatakan, pekerjaan yang tengah ditekuni Budiman sebenarnya sudah merupakan bantuan kepada dirinya.

"Akang (Budiman) kalau tekun bekerja, itu sebenarnya sudah membantu saya. Karena, akang tidak menganggur. Pengangguran itu kan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah," kata Bupati Purwakarta ini.