BNPB Imbau Warga Bali Jauhi Radius Berbahaya

MONITOR, Denpasar – Warga Bali diminta untuk tidak mendekati kawasan berbahaya di Gunung Agung, Bali. Imbauan itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Menurut Sutopo, hingga kini masih banyak masyarakat yang tak mengindahkan aturan tersebut. Bahkan sebagian warga berani melakukan aktivitas di wilayah radius berbahaya.

"Meski sudah dilarang untuk melakukan segala aktivitas di radius berbahaya. Namun masih ada sebagian masyarakat yang melanggar larangan tersebut," ujarnya, Rabu (4/10).

Lebih lanjut Sutopo menuturkan, sebagian masyarakat yang nekat turun ke kawah Gunung Agung menggunakan logika spiritual. Mereka memanjatkan doa agar gunung api tersebut tidak meletus.

"Di Bali sudah tercipta kompromi. Tri hita karana yaitu komunikasi antara manusia dengan Tuhan, antara manusia dengan alam (gunung), dan antar manusia dengan manusia. Ini juga terjadi di tempat lain,"ujarnya.

Sutopo menjelaskan, di tahun 2007 saat Gunung Kelud status Awas, tokoh masyarakat nekat masuk ke radius berbahaya dan membawa sesaji melakukan spiritual dengan maksud berkompromi dengan arwah Lembu Suro yang diyakini bersemayam di dalam kawah Gunung Kelud.

"Dan saat itu Gunung Kelud tidak jadi meletus. Hanya terbentuk kubah lava. Nah itulah, menangani bencana akibat letusan gunungapi bukan hanya sebatas teknis saja. Tetapi ada hal-hal lain yang menyangkut sosial budaya, kepercayaan, dan lainnya di masyarakat," jelasnya.