Bermodal Semangat Pengabdian, Kader Muda NU ini Serius Maju di Pilbup Tegal 2018

MONITOR, Tegal – Salah satu manfaat dari Pemilihan Langsung Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia adalah terbukanya kesempatan bagi siapa saja untuk tampil menjadi pemimpin daerah baik melalui jalur partai politik maupun perseorangan. Rakyat diberikan kuasa pilihan siapa yang layak dan kompeten memimpin daerahnya. Masyarakat juga memiliki kesempatan memilih dan dipilih meski bukan sebagai kader partai politik.  

Buah dari Pilkada langsung ini pula telah melahirkan banyak tokoh kepala daerah yang berhasil memajukan daerahnya hingga mulus menjenjang karir politik ke area yang lebih luas. Sebut saja salah satunya adalah Presiden Joko Widodo yang juga lahir dan terpilih dari sistem pemilihan kepala daerah yang membuatnya menduduki kursi walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi orang nomor satu di republik ini.

Salah satu daerah yang akan melangsungkan pemilihan langsung kepala daerah adalah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada 2018 tahun depan. Sudah banyak bakal calon Bupati-Wakil Bupati yang namanya mulai santer terdengar dan mensosialisasikan diri maju di Pilbup tersebut. Namun, dari sekian banyak nama yang muncul, Abdul Azis menjadi nama yang cukup mendapat atensi dari masyarakat karena usianya yang relatif muda.

Ya, Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU) yang juga putra daerah kabupaten Tegal tersebut menyatakan serius untuk maju di Pilbup yang akan dilaksanakan pada bulan Juni 2018 mendatang.

Berbekal semangat pengabdian dan bertekad ingin memperbaiki layanan publik serta pembangunan infrastruktur di Tegal Aziz mengaku bahwa sejumlah langkah dan persiapan telah dilakukannya untuk maju dalam pesta rakyat lima tahunan itu.

"Saya merasa prihatin jika melihat bagaimana sarana publik dan pembangunan infrastruktur di Tegal ini belum benar-benar diperhatikan dan merata di sejumlah wilayah. Bagaimana ekonomi masyarakat mau tumbuh dan maju," ujar Aziz kepada MONITOR, Minggu (23/7).

Aziz yang tinggal di Desa Jatimulya, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal ini menegaskan bahwa dirinya sadar sebagai anak muda yang kadang dianggap sebelah mata ketika ingin mengabdikan diri terjun di politik praktis khususnya dalam Pilkada.

Mantan Ketua Bidang Agama Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) tersebut mengatakan bahwa sudah saatnya Kader Muda NU khususnya untuk lebih banyak tampil mengisi pos-pos strategis sebagai kepala daerah sebagai bagian dari pengabdian dan implementasi pengalaman organisasi serta cita-cita idealisme membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

"Saya kira generasi muda khususnya kader NU memang sudah saatnya tampil untuk mengisi pos-pos strategis sebagai pemimpin kepala daerah agar menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat. Sudah banyak pemimpin muda kepala daerah yang berhasil membangun wilayahnya. Ini juga yang menjadi niatan saya maju di Pilbup Tegal," tegasnya. 

Untuk memuluskan usahanya lolos menjadi calon kepala daerah di kabupaten tegal, Aziz mengaku sudah melakukan berbagai silaturahmi dan komunikasi dengan banyak pihak utamanya para kyai dan ulama serta keluarga besar NU di Tegal termasuk komunikasi dan pendaftaran di partai politik.

"Modal saya adalah semangat dan cita-cita pengabdian untuk masyarakat terlebih kepada para guru, kiai dan ulama, mereka adalah pihak-pihak pertama yang saya sowani untuk ikhtiar maju di Pilgub Tegal ini," ujar Pria 35 tahun itu.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Aziz telah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon di PDIP Tegal. Menyikapi hal tersebut dirinya mengaku sedang melakukan berbagai komunikasi dan pendekatan dengan berbagai partai politik termasuk PDIP yang menurutnya penting sebagai partai nasional. 

"Bersama PDIP karena saya ingin merekatkan semangat nasionalisme dan kesantrian secara utuh. Jadi kalau saya sebagai kader NU juga diterima keluarga besar PDIP tentu ini akan menjadi kekuatan tidak hanya dalam konteks urun rembug membangun tegal, melainkan juga menjaga dan mengawal keutuhan NKRI," kata Alumni Universitas Darul Ulum Jombang tersebut.

Ketika ditanya apakah niatnya maju untuk mengincar posisi Bupati atau wakilnya, Azis dengan gamblang menyatakan bahwa posisi apapun dirinya tidak masalah yang terpenting dirinya bisa menjalankan amanah nantinya dengan sebaik-baiknya. 

"Rasional saja, Saya tetap akan berikhtiar. Soal nanti jadinya nomor satu ataupun nomor dua itu soal lain. yang penting bisa bekerja dan menjalankan amanah dengan baik untuk daerah dan masyarakat," pungkasnya.