Aksi Solidaritas dan Doa Bersama Aktivis PMII Lebak untuk Umat Muslim Rohingya

MONITOR, Lebak – Krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine Myanmar membuat seluruh umat muslim Indonesia menangis. Bahkan sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis tersebut, gelombamg aksi solidaritas terus dilakukan diberbagai daerah tanah air.

Di Kabupaten Lebak Provinsi Banten, kelompok aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lebak, menggelar Aksi Solidaritas yang bertemakan "Cahaya untuk Rohingya". Aksi itu  dilakukan di Alun-alun Kota Rangkasbitung, Sabtu malam.

Ketua Umum PC PMII Lebak, M. Ikbal mengatakan aksi Solidaritas yang dilakukan itu merupakan bentuk dukungan dan keprihatinan PMII Lebak terhadap Etnis Rohingya di Rakhine Myanmar.

"Kekerasan dan penindasan umat Muslim di Rakhine duka buat umat muslim seluruh dunia, termasuk kami di daerah. Untuk itu, melalui aksi ini kami menggelar doa bersama dan mengumpulkan dana untuk bantuan kemanusiaan," kata Ikbal melalui siaran pers yang diterima Monitor di Jakarta, Sabtu (9/9) malam.

Lebih lanjut Ikbal mengungkapkan, sebagai cabang organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia, pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang dengan cepat mengutus Menteri Luar Negeri untuk bertemu pemerintah Myanmar dan mendesak agar militer Myanmar menghentikan kejahatan tersebut.

"Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia telah menujukan kepeduliannya terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa umat muslim Rohingya," ungkap Ikbal.

Melalui aksi solidaritas tersebut, PC PMII Lebak juga mengecam perbuatan tidak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh rezim militer Myanmar terhadap masyarakat Rohingya. Beberapa pernyataan sikap yang dituangkan dalam petisi tersebut diantaranya mengutuk keras pembunuhan massal dan pengusiran terhadap masyarakat Rohingya, mendesak pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan kebiadabannya, berharap pemerintah Indonesia mau mewakili keresahan masyarakat dan berani menawarkan diri mediator sebagai ruang pencarian solusi, mengusir kedutaan besar Myanmar dari Indonesia, serta meminta Myanmar dikeluarkan dari bagian negara ASEAN.

"Atas nama kemanusiaan, atas nama persaudaraan Islam, kita, PMII, tidak akan dan tidak boleh tinggal diam. Karenanya, PC PMII Lebak menegaskan bahwa sudah waktunya pembantaian, pengusiran dan perlakuan tidak manusiawi lainnya diakhiri". Tegas Ikbal.

Sementara itu, Bayu Maldini sebagai koordinator aksi mengatakan kekerasan dan penindasan oleh rezim militer Myanmar terhadap masyarakat Rohingya sangat tidak berprikemanusiaan dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Bayu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendoakan dan prihatin terhadap nasib yang diderita masyarakat Rohingya.

"Kekerasan dan penindasan yang dialami oleh masyarakat Rohingya harus menjadi perhatian kita semua. Tidak perlu menjadi Muslim untuk prihatin terhadap mereka, cukup menjadi manusia, karena nasib yang mereka alami adalah akibat dari krisis kemanusiaan" ungkapnya