Air Mata Khofifah Tak Terbendung saat Kunjungi Ponpes di Sidoarjo

MONITOR, Sidoarjo – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menahan rasa haru saat mengunjungi anak-anak tanpa identitas di Pondok Pesantren Millinium, Tenggulunan, Sidoarjo, Selasa (13/3) kemarin.

Ia mengaku tak bisa menahan air mata, manakala bertemu anak-anak belia, bukan yatim dan bukan yatim piatu, namun tak diketahui keberadaan ayah ibunya.

"Banyak yang tidak bisa menahan air mata, sayapun mencoba menahan, tidak kuat juga. Pemandangan penuh haru spontan muncul saat saya dan rombongan bertemu mereka," ujar Khofifah penuh rasa haru.

Mantan Menteri Sosial RI ini mengatakan, anak-anak tersebut memiliki hak hidup dan perlindungan, termasuk hak yang sama dengan anak-anak yang memiliki keluarga. Apalagi soal identitas, kata Khofifah, mereka berhak atas akta kelahiran yang merupakan identitas mereka sebagai warga negara Indonesia.

"Anak-anak yang diasuh di pesantren ini terlahir dari unwanted pregnancy dan unwanted child. Jika boleh memilih pasti tidak ada anak yang mau dilahirkan dari kehamilan dan kelahiran yang tidak diinginkan," tukas Ketua Umum Muslimat NU ini.

Kembali ia menekankan, Negara harus hadir mengakomodir hak-hak termasuk menjaga mereka sebagai aset bangsa. Terlebih, di usia dini mereka tidak tahu menahu tentang orangtuanya.

"Dalam usia sekecil ini mereka hidup tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya, maka sudah menjadi tugas Negara untuk melindunginya," imbuh Khofifah.