Utamakan Mediasi, Sandi Minta Ratna Sarumpaet Tahan Emosi

MONITOR, Jakarta – Ancaman Ratna Serumpet yang akan mempolisikan Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta sampai juga ke telinga Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno. Orang nomor dua di Jakarta ini langsung bereaksi dengan meminta Ratna Serumpat untuk mengurungkan niatnya mempolisikan Dishub.

"Saran saya sih persoalan ini dimediasi ajalah, gak usah lapor-lapor polisi. Ibu Ratna, orang tua saya, kawan baik, senior saya dan Ibu Ratna adalah sosok aktivis yang sangat hebat dan kami hormat pada beliau. Oleh karena itu dalam persoalan ini Pemprov DKi megajak Ibu Ratna untuk duduk bareng kita dicarikan solusinya bersama," ujar Sandiaga Uno Balaikota DKI, Senin (9/4).

Sandi panggilan akrab Sandiaga ini mengatakan, penertiban terhadap mobil Ratna merupakan upaya penegakan peraturan daerah oleh Dinas Perhubungan. Diketahui, larangan parkir di bahu jalan tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi.

Penindakan terhadap pelanggaran aturan tertuang dalam Pasal 62 ayat 3 yang berbunyi; ‘Terhadap Kendaraan Bermotor yang berhenti atau Parkir bukan pada tempatnya dapat dilakukan penindakan sebagai berikut:

a. penguncian ban Kendaraan Bermotor;

b. pemindahan kendaraan dengan cara penderekan ke fasilitas Parkir yang sudah ditetapkan atau ke tempat penyimpanan Kendaraan Bermotor yang disediakan oleh Pemerintah Daerah; atau

c. pencabutan pentil ban Kendaraan Bermotor’.

Sandi menilai, masih perlu sosialisasi akan Perda tersebut sehingga pemahaman masyarakat terhadap Perda meningkat. Perseteruan Ratna dan Dishub DKI berawal dari protesnya Ratna yang mobilnya di derek personel Dishub di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Ratna merasa tidak melanggar karena tidak adanya rambu dilarang parkir di daerah tersebut.

Konflik meluas karena Ratna mengadukan penindakan tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui staf dan ancaman somasi dari Ratna kepada Dishub DKI Jakarta.