Terbesar Tahun ini, Badai Harvey Diperkirakan Guncang Ekonomi AS

MONITOR – Berbagai perusahaan teknologi cuaca telah memperkirakan dampak badai Harvey terhadap ekonomi Amerkia, diantara mereka mengatakan dampaknya akan sangat buruk.

Perusahaan cuaca AccuWeather misalnya, memperkirakan badai tersebut akan menyebabkan kerusakan senilai 160 miliar dolar AS, dimana hal itu setara dengan 0,8 persen dari ekonomi AS.

"Bagian Houston, kota terbesar ke empat di Amerika Serikat tidak dapat dihuni selama berminggu-minggu dan mungkin berbulan-bulan karena kerusakan oleh air, jamur, air yang penuh dengan penyakit juga terbawa banjir 1000 tahun ini," kata Presiden AccuWeather Joel Myers dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Sputniknews, Rabu (30/8).

"AccuWeather memperingatkan bahwa dampak negatif dari badai masih jauh dari kata selesai. Ada lebih banyak banjir, kerusakan, kematian dan luka-luka. Kami mendesak semua warga di dekat jalur Badai Harvey untuk tetap waspada dan bersiap untuk bertindak jika air banjir meningkat," tambahnya.

Perusahaan lain, yakni Enki Research memperkirakan bahwa Badai Harvey akan menyebabkan kerusakan sebesar 42 miliar dolar, hal itu masih menjadikan Harvey sebagai badai mahal dalam sejarah Amerika. Awalnya Enki memperkirakan kerusakan bernilai 30 miliar, namun banjir bandang di Lousiana terjadi Selasa malam, perkiraan Enki pun berubah.

Perbandingannya, badai Katrina yang terkenal pada 2005 silam menyebabkan kerusakan sebesar 118 miliar, badai Sandy, yang menyapu pesisir timur AS menyebabkan kerusakan sekitar 75,9 miliar di tahun 2012. Harvey adalah badai paling merusak yang pernah terjadi di AS sejak Sandy, bahkan diperkirakan dampaknya akan melebihi badai Katrina tergantung apa yang terjadi dalam beberapa pekan kedepan.

Terlebih Harvey melanda Texas, yang merupakan pusat sektor ekonomi utama seperti pusat energi dan pengiriman udara, begitu besar peran Texas bagi ekonomi AS sampai negara bagian tersebut dikatakan dapat menjadi ekonomi terbesar ke-10 dunia jika negara tersebut berdaulat.

Wall Street Journal memperkirakan bahwa 15 persen seluruh penyulingan minyak AS telah dihentikan akibat bencana tersebut, dan Goldman Sachs memperkirakan bahwa gangguan terhadap minyak dan gas bumi AS dapat memangkas 0,2 persen dari pertumbuhan PDB AS pada kuartal ketiga 2017. Akibatnya, GassBuddy memperkirakan bahwa harga gas di AS akan naik 15 sampai 25 sen perliter.