Tak Dibela Sandiaga, Politikus Gerindra Kesal Mobilnya Diderek Dishub DKI

MONITOR, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, sepertinya sudah melupakan jasa Partai Gerindra yang sudah bersusah payah memberinya kursi sebagai orang nomor dua di Jakarta. Ini bisa dilihat saat Sandi panggilan akrab Sandiaga Uno tak menggubris permintaan tolong kader Gerindra yang mobilnya diderek oleh aparat Dinas Perhubungan Jakarta.

Adalah Fajar Sidik, Sekertaris Fraksi Partai Gerindra DPRD yang meminta tolong kepada Sandi karena mobilnya diderek oleh aparat Dishub, Jumat (23/3).

"Benar Pak Fajar telfon saya kalau mobilnya diderek petugas Dishub," ujar Sandi di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (23/3).

Sandi bercerita, dalam sambungan telepon yang diterimanya, Fajar mengatakan kalau dirinya tak bersalah, namun pihak Dishub tetap ngotot untuk menderek mobilnya.

"Intinya di telfon, Pak Fajar mengaku tak merasa melanggar peraturan. Tapi saya coba cek kepetugas Dishub, ternyata ada laporan berbeda dimana orang Dishub mengatakan kalau Pak Fajar telah melanggar peraturan," cerita Sandi seraya mengatakan kalau Fajar menelponnya dengan nada tinggi.

Lantas siapa yang akan didengar laporannya terkait hal ini ?

Meski belum mengerti permasalahan seperti apa, namun Sandi menegaskan, dirinya akan lebih mendengar laporan atau membela Dishub sebagai anak buahnya.

"Selama penindakan dilakukan sesuai aturan saya bela anak buah dong. Saya bilang juga ke Pak Fajar melalui telfon. Saya bilang maaf kawan, peraturan harus ditegakkan," ungkap Sandi sambil tersenyum.

Sekedar diketahui, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Fajar Sidik tak terima ketika mobilnya diderek petugas Dishub.

Kepada MONITOR melalui celulernya, adik kandung ustad Jepri ini, membenarkan insiden tersebut terjadi di tempat tinggalnya, di Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Barat, Kamis (22/3) pagi.

"Saya tak terimanya mereka sama sekali tak menganggap saya sebagai anggota dewan. Di hadapan warga, petugas Dishub ini seolah menantang saya," ungkap Fajar.

Fajar menyesalkan cara anggota Dishub itu menegakkan aturan. Ia mengingatkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yanysah agar lebih bijaksana ketika menindak pelanggaran.

Ia berharap, petugas memintanya untuk meminggirkan mobil dari badan jalan, atau agar Andri Yansyah meneleponnya.

"Tolong Pak Andri Yansyah, tolong dewasalah anak buahmu di lapangan. Ini gubernur baru, saya juga enggak ngerasa saya Gerindra. Maksudnya, marilah kita sama-sama luwes. Saya salah saya minta maaf. Ya kan wajar emosi karena kok seenaknya panggil saya 'mana dewan!'," kata dia.

Fajar mengatakan, akhirnya mobilnya Toyota Sienta warna hitam tak jadi diderek. Namun sehari sebelumnya, mobilnya sudah diderek saat parkir di sisi jalan.