Sosrobahu, Teknologi Mengatasi Macet Buatan Anak Bangsa

MONITOR, Bekasi – PT Jasa Marga melalui Pimpinan Proyek pembangunan jalan layang Jakarta-Cikampek, Iwan Dewantoro mengaku memiliki teknologi baru untuk mengatasi kemacetan di jalan tol. Teknologi bernama Sosrobahu itu merupakan karya anak bangsa dan dipercaya mampu menekan dampak ganguan lalu lintas di jalan tol.

"Teknologi Sosrobahu adalah salah satu produk teknologi karya bangsa kita sendiri yang dapat menekan dampak gangguan lalu lintas akibat pekerjaan pembuatan tiang atau pilar jembatan," kata Iwan, di Bekasi, Minggu (3/9).

Menurut Iwan, dengan teknologi ini, PT Jasa Marga mampu menekan dampak penyempitan proyek di sepanjang jalur tol Jakarta-Cikampek mulai KM9 hingga KM47.

Iwan menambahkan, cara kerja teknologi ini adalah menyediakan detour atau lajur pengganti di sisi kiri dan kanan jalan tol eksiting, sehingga jumlah lajur tetap terjaga layaknya situasi normal.

"Penggunaan teknologi Sosrobahu pada prinsipnya adalah pada saat pembuatan kepala pier dibuat sejajar dengan sumbu jalan, setelah itu baru dilaksanakan pemutaran kepala pier dengan Sosrobahu," tambahnya.

Dengan metode pelaksanaan ini, sambung Iwan, tidak akan ada dampak kemacetan karena aktivitas proyek selama pembangunan di jalan tol yang kini sudah berjalan.

"Karena pembuatan kepala pier dan pemutarannya masih dilakukan dalam area kerja," katanya.

Saat disinggung terkait masih terjadinya kemacetan pada jam sibuk maupun libur kerja, Iwan beralasan hal itu akibat dampak dari rasio kapasitas jalan yang belum sebanding dengan volume kendaraan.

"Kemacetan di jalan tol Jakarta-Cikampek karena memang rasio kapasitas jalan berbanding Volume Kendaraan sudah sekitar 1.3 (macet), yang artinya pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek memang diperlukan penambahan kapasitas lajur," katanya.

 

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia