Sopir Angkot Jurusan Tanah Abang Kembali Demo Tolak OK-Otrip

MONITOR, Jakarta – Sopir angkutan umum (angkot) M 08 jurusan Tanah Abang, kembali menggelar aksi demo. Mereka menolak program OK Otrip yang sebelumnya mereka sepakati dengan Pemprov DKI.

Aksi unjuk rasa para sopir angkot ini dilakukan di kolong jalan layang Jalan Jatibaru Bengkel, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (22/2).

Para sopir mikrolet ini beralasan, persyaratan dari PT Transjakarta berupa target kilometer yang harus dicapai dalam program tersebut sangat memberatkan.

"Dalam program OK Otrip, sopir angkot wajib memenuhi target 190 kilometer per hari. Padahal, rata-rata para sopir angkot M08 hanya bisa menempuh jarak tak lebih dari 150 km per hari. Kami jelas tidak sanggup," ujar Agus, salah seorang sopir angkot yang melakukan demo.

Diungkapkannya, ada persyaratan yang menyebut, jika target tak terpenuhi, gaji mereka akan dipotong. Mereka merasa kebijakan tersebut kurang berpihak pada sopir.

"Perhitungan kami satu rit itu 10 kilometer. Sedangkan target 190 kilometer, bagaimana dengan sisanya," ungkapnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya, Ketua Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mendukung penuh program OK Otrip.

Namun, pihaknya menolak jika harus bergabung di bawah manajemen PT Transjakarta. Shafruhan menjelaskan beberapa alasan Organda enggan bergabung dengan PT Transjakarta.

Dia tidak mau nantinya pengusaha angkutan atau operator yang tergabung dalam Organda bekerja untuk PT Transjakarta. Padahal, seharusnya mereka saling berkoordinasi memberikan layanan terbaik kepada warga.

"Kami khawatir (jika Organda bergabung dengan PT Transjakarta) merugikan operator," kata Shafruhan pada wartawan beberapa waktu lalu.