Soal Gizi Buruk, Gubernur Disarankan Ganti Kadinkes, Walikota, Camat Hingga Lurah

MONITOR, Jakarta – Ditemukannya penyakit gizi buruk di dua wilayah di Ibukota yakni, Jakarta Utara (Jakut) dan Kepulaun Seribu, cukup mengagetkan banyak kalangan. Tak terkecuali para wakil rakyat Jakarta.

Para politisi Kebon Sirih ini pun langsung bereaksi dan melontarkan pernyataan keras, mendesak Gubernur Jakarta Anies Baswedan, untuk segera mengaganti aparatur daerah dari mulai Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Walikota, Camat sampai Lurah didaerah yang terditeksi gizi buruk.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Aparat setempat harus bertanggung jawab. Bila perlu diganti semuanya. Karena jelas, ini terjadi karena kesalahan dari kinerja apartur daerah setempat yang tidak bisa memantau keadaan warganya,"ujar Ketua Komisi C DPRD Jakarta, Santoso kepada MONITOR.

Politisi Partai  Demokrat dengan daerah pemilihan (dapil) Jakarta Utara ini menyebutkan, penyakit gizi buruk ini seharusnya bisa terditeksi cepat. 

"Gizi buruk ini penyakit yang tidak langsung terjadi  begitu saja. Tetapi melalui proses waktu. Ini yang tidak bisa diantisipasi oleh perangkat daerah setempat. Maka dari itu wajar dong kalau saya minta Pak Anies untuk segera mengambil tindakan mengganti semua aparatur disana,"tegas Santoso.

Seperti diketahui, dengan menyandang status Ibukota, Jakarta ternyata belum terbebas dari penyakit gizi buruk. 

Parahnya penderita gizi buruk di Ibukota jumlahnya tidak sedikit. Berdasarkan data Suku Dinas (Sudin) Jakarta Utara, penderita gizi buruk di Jakarta Utara jumlahnya mencapai ratusan yaitu 194 orang. 

Bahkan jumlahnya bertambah banyak manakala Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno menyebut kalau dirinya juga mendapat kabar penyakit gizi buruk ini ditemukan juga di Kepulauan Seribu.