Setelah Penelitian Panjang, KLHK Sambut Kelahiran Normal Bayi Anoa di Manado

MONITOR Manado – Upaya konservasi satwa liar yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) rupanya membuahkan hasil, hal itu Tambahditandai dengan kelahiran bayi anoa untuk kedua kalinya secara normal tanpa bantuan medis, di Anoa Breeding Center (ABC) Balai Penelitian dan Pengembangan LHK (BP2LHK) Manado, Senin (20/11).

Kepala BP2LHK Manado, Dodi Garnadi mengatakan, kelahiran normal bayi Anoa di wilayah kerjanya kali ini tidak lepas dari kerja keras para peneliti yang telah mengamati prilaku anoa dari kelahiran sebelumnya.

"Aktifitas fisik yang cukup selama kebuntingan, karena Anoa Ana (nama anoa tersebut-red) dipindahkan ke kandang yang lebih luas pada usia kebuntingan delapan bulan. Dimana luasan kandang ini cukup memadai untuk persiapan proses kelahiran serta manajemen pakan yang baik juga berpengaruh terhadap kelahiran alami anoa kali ini," jelas Dodi kepada para wartawan dalam konfrensi pers.

Lebih lanjut Dodi menjelaskan, kondisi yang mendukung kelahiran alami anoa diantarannya komposisi pakan 10 persen dari berat badan dengan jenis pakan yang diberikan adalah rumput, daun dan buah-buahan, dimana kacang dan buah-buahan komposisinya lebih banyak.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Ditjen KSDAE KLHK, Bambang Dahono Adji yang hadir dalam konfrensi pers tersebut juga mengatakan, pihaknya bersyukur atas kelahiran anoa untuk kedua kalinya, terlebih kelahiran kedua tersebut berlangsung secara alami.

"Saya sangat mengapresiasi keberhasilan Tim ABC BP2LHK Manado atas kelahiran kedua ini karena anoa susah dibreeding di alam dan kita juga patut berbangga karena ini adalah hasil riset teman-teman peneliti seperti mengamati prilaku dari awal dikawinkan hingga tim dari ABC ini melakukan persiapan dengan matang sampai kelahiran ini berhasil secara alami," ungkap Bambang.

Dikabarkan sebelumnya, Rabu, 8 November 2017 lalu pukul 21.38 WITA anoa Ana melahirkan bayi betina dengan berat kurang lebih 3,5 kg, panjang 60 cm dan tinggi 50 cm di kandang ABC BP2LHK Manado.

Anoa (Buballus sp.) menjadi salah satu keanekaragaman hayati di kawasan Wallacea yang perlu diperjuangkan kelestariannya. Anoa adalah hewan endemik Sulawesi yang saat ini termasuk dalam kategori genting dan dilindungi oleh Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Anoa juga masuk ke dalam Appendix I CITIES. Kelahiran ini tentu membawa angin segar dan harapan baru bagi konservasi mengingat populasi anoa yang terus menurun.