Setara Institute Dukung Ide Jokowi Produksi Film Baru tentang Sejarah 1965

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo menginginkan adanya film baru yang mengupas peristiwa 1965 silam. Wacana ini digagas guna memperkenalkan sejarah bangsa bagi anak muda utamanya generasi milenial. Terkait hal ini, Ketua Setara Institute Hendardi mendukung penuh.

Pasalnya film 1965 yang selama ini dikonsumsi masyarakat, menurut Hendardi, tak lagi objektif. "Film yang diharapkan akurasi sejarahnya lebih obyektif, tidak semata hanya propaganda dan tertuju pada kekerasan yang terjadi pada 1 Oktober pagi, tetapi juga menuturkan prolog mengapa peristiwa itu meletus dan epilog serta sequel yang berakibat tragis bagi sebagian orang Indonesia yang tidak terlibat dan menjadi korban," ujar Hendardi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/9).

Lebih lanjut ia menyatakan, film yang sarat dengan kepentingan oknum seharusnya tak lagi diproduksi. Jikalau akan diputar kembali, ia menekankan sebaiknya diimbangi juga dengan film-film serupa yang mengangkat seputar peristiwa 1965 agar pemahaman sejarah generasi milineal utuh dan analitis.

"Pada konteks kekinian diperlukan sejumlah hal direvisi dan diperbaharui," ujarnya.

Dengan demikian, film baru itu mampu menjadi refleksi bagi generasi milenial, bukan sekedar menyajikan kekerasan dan kebencian.

"Sudah saatnya kita berdamai dengan sejarah. Melihat sejarah dengan mata terbuka dan kepala dingin. Bukan memperuncing sejarah demi kepentingan politik kekuasaan," tegasnya.

Advertisementdiskusi publik wagub dki