Serikat Pekerja Pertamina Geruduk Kantor Rini Soemarno

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu melakukan aksi demonstrasi di kantor Kementerian BUMN, Jumat (20/7)

MONITOR, Jakarta – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) melakukan aksi demonstrasi di kantor Kementerian BUMN, Jumat (20/7), sekitar pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan agenda Menteri BUMN, Rini Soemarno dijadwalkan menerima perwakilan serikat pekerja Pertamina pukul 08.45 wib di kantor Kementerian BUMN.

Dalam surat yang ditujukan ke Menteri Rini, FSPPB menegaskan bahwa penjualan aset Pertamina berupa share down aset hulu dan pemisahan bisnis refinary tidak akan menyelesaikan permasalah keuangan di Pertamina.

“Penyelesaian dengan cara menjual aset hanya memperbaiki kas operasional perusahaan yang bersifat sementara, karena akan habis kembali untuk menutup kerugian bisnis,” demikian isi surat FSPPB yang diperoleh IMQ.

Berikut enam tuntutas FSPPB kepada Menteri Rini:

1. Hentikanaksi korporasi penjualan atau rencana penjualan aset negara (Pertamina)
2. Batalkan perjanjian jual beli saham bersyarat antara Pertamina dengan PGN
3. Hentikan segala proses integrase Pertagas dan PGN, sinergikan Pertagas dan PGN
4. Kembalikan eksistensi direktorat gas serta pengisian jabatan direktur
5. Rampingkan organisasi direksi
6. Berhentikan direksi yang bertanggung jawab terhadap rencana aksi korporasi melepas aset strategis perusahaan untuk memperbaiki kinerja keuangan karena tidak menyelesaikan akar permasalahan dan menambah semakin terpuruknya Pertamina.

FSPPB menekankan bahwa penjualan sekitar 51% saham Pertagas melalui skema akuisisi oleh PGN merupakan proses yang salah, sekaligus menodai tujuan holding migas. Skema akuisisi menyebabkan pendapatan Pertagas yang semula penuh untuk Pertamina menjadi beralih ke publik.