Serangan Bom Saat Shalat Jumat Tewaskan 184 Orang di Mesir

MONITOR, Sinai – Serangan bom dan senjata api telah menewaskan sedikitnya 184 orang di Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11). Media pemerintah memberitakan serangan tersebut terjadi di sebuah Masjid yang terletak di desa Al Rawda tak lama setelah ibadah Shalat Jumat dimulai.

Media nasional Mesir, MENA mengutip sumber resmi dari pihak keamanan menyebutkan, 120 orang juga mengalami luka-luka dalam serangan itu.

Dilansir Aljazeera, media lokal mesir menceritakan kronologi pristiwa itu, yakni bermula ketika pelaku penyerangan menyulut bahan peledak disusul dengan tembakan kearah jamaah masjid tersebut saat khotbah Jumat tengah berlangsung.

Mesir diketahui tengah berjuang selama bertahun-tahun untuk melawan gerakan bersenjata di Semenanjung Sinai yang mulai merebak sejak digulingkannya presiden terpilih Mohamed Morsi dari Ikhwanul Muslimin pada pertengahan 2013 silam.

Puncaknya pada 2014, ketika sebuah bom bunuh diri menewaskan 31 tentara, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi pun segera mengumumkan keadaan darurat di semenanjung tersebut. Bahkan tempat tersebut digambarkan sebagai "sarang terorisme".

Media lokal juga melaporkan bahawa serangan tersebut menyebabkan jalan dari Arish ke Rafah ditutup, lebih jauh ke timur.

Serangan tersebut terjadi sehari sebelum perbatasan Rafah, pintu gerbang utama bagi orang-orang Palestina di Jalur Gaza yang terisolasi dari dunia luar akan dibuka selama tiga hari. Perbatasan tersebut dibuka lebih singkat awal pekan ini.