Selasar BEI Ambruk, Anies: Jangan Berspekulasi

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada seluruh masyarakat tidak berspekulasi soal musibah di gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ). Menurutnya, kejadian ini tidak ada hubungan dengan terorisme dan hanya merupakan kecelakaan murni.

"Saya sudah berkordinasi dengan Polda Metro Jaya dan dipastikan kejadian ini tak ada kaitan dengan unsur kesengajaan," ujar Anies di Balaikota, Senin (15/1). 

Menurutnya, Kapolda Irjen Pol Idham Azis barusan menyatakan bahwa kejadian ambruknya lantai 1 tower 2 gedung BEJ di kawasan Sudirman Center Bussiness Districk‎ (SCBD), Jakpus, Senin siang, merupakan kasus kecelakaan.

‎Langkah yang dilakukan Pemprov DKI pada tahap awal adalah melakukan penyelamatan kepada para korban.

"Kami sudah mengerahkan petugas gabungan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk memberi pertolongan," kata Anies sambil menambahkan sementara ini tercatat jumlah korban luka sebanyak 73 orang yang dirawat di enam rumah sakit. 

"Keenam RS adalah Pertamina, Siloam, Mintohardjo, Tarakan, dan Jakarta," papar Anies didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Edy Junaedi.

Pemprov DKI memastikan agar para korban mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit masing-masing. "Jangan sampai ada rumah sakit yang menelantarkan pasien," kata Anies.

Edy mengatakan gedung tersebut dibangun tahun 2010, tapi dilakukan pemeriksaan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) tahun 2015. ‎

"Pemeriksaan gedung saat itu dilakukan Dinas P2B (kini Citata-red). Petugas memang tidak bisa mengecek keseluruhan gedung karena ada aktivitas bursa di dalamnya. Namun ada penjamin yang menyatakan gedung tersebut layak sehingga kemudian diterbitkan SLF yang masa berlakukan akan habis tanggal 25 Januari," pungkasnya.