Sejak Demonstrasi Yerusalem Dimulai, Pihak Israel Tahan 300 Warga Palestina

MONITOR, Yerusalem – Pusat Informasi Palestina menyebutkan, lebih dari 300 warga Palestina telah ditangkap oleh pasukan Israel sejak dimulainya demonstrasi pekan lalu, menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dilansir Middle East Monitor, mayoritas mereka yang ditahan adalah para demonstran yang melakukan aksi di wilayah pendudukan, diantaranya menerima pukulan keras dari tentara Israel, beberapa lainnya ditembak sebelum mereka ditahan.

Dilaporkan pula puluhan anak dibawah umur termasuk di antara para tahanan tersebut, mereka diperkirakan tinggal di Yerusalem tanpa orangtua. Dalam video yang dirilis oleh LSM Israel B'Tselem pada hari Minggu telah memicu kemarahan di media sosial lantaran mempertontonkan beberapa remaja ditangkap secara brutal dan dikurung dalam sel kecil di pos pemeriksaan Bab Az Zawiya.

Laporan Middle East Monitor juga menyebutkan, bahwa sejumlah orang ditangkap oleh polisi Israel yang menyamar di Ramallah dan Hebron, mereka menyamar sebagai orang Palestina dengan mengenakan masker wajah dan berada diantara para demonstran.

Sementara itu, demonstrasi terus berlangsung hingga kemarin, dengan demonstrasi paling kuat di Hebron. Para demonstran disambut dengan gas air mata dan peluru baja berlapos karet tentara Israel untuk membubarkan massa yang berkerumun.

Menurut laporan tersebut, total enam orang telah meninggal dunia, sementara 1.500 lainnya luka-luka sejak Kamis pekan lalu. Israel juga dilaporkan masih melakukan penembakan di Gaza, kota-kota dan desa di Tepi Barat yang digerebek dalam semalam.