Rombak Jabatan, Anies Akui Banyak Anak Buahnya yang Tak Bisa Kerja

MONITOR, Jakarta – Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kalau rombak jabatan yang akan dilakukannya pada April mendatang, merupakan kebutuhan yang harus dilakukannya.

Oleh karenanya, kata Anies, bukan tidak mungkin dirinya beserta wakilnya Sandiaga Uno akan mengganti sebagian posisi pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Anies menyebut, para pejabat yang akan diganti tentunya adalah pejabat yang dinilai kerjanya tidak memuaskan.

"Ya, kalau ada pejabat yang tidak bisa bekerja sesuai ritme kerja kami apalagi tidak mengerti dengan visi dan misi kami, untuk apa dipertahankan," kata Anies di Balaikota Jakarta, Kamis (8/3).

Diakui Anies, sejak dirinya resmi menjabat Gubernur Jakarta, ada beberapa kepala dinas yang kerja tidak memuaskan. Namun sayangnya, Anies tak berani untuk menyebut nama kepala dinas yang dinilainya mempunyai kinerja yang tidak memuaskan.

"Gak baik kalau saya sebut nama. Begini, para pejabat yang menurut saya kinerja kurang itu sekarang sedang dalam pembinaan," cetusnya.

Lantas kapan rombak jabatan akan dilakukan Anies ?

Disebutkan Anies, rombak jabatan, baru bisa dilakukan setelah dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI selama enam bulan.

"Saya kan dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI pada 16 Oktober 2017 lalu. Jadi kalau mengacu pada aturan main, rombak jabatan itu bisa digelar 15 April, medatang," ujar Anies.

Oleh karenanya, Anies mengajak warga Jakarta agar bisa bersabar menunggu rombak jabatan yang akan dilakukannya.

"Ini bedanya pergantian posisi jabatan di Pemprov DKI Jakarta dengan kantor swasta. Kalau di swasta bisa kapan aja melakukan pergantian posisi jabatam. Kalau di Pemprov DKI harus mengikuti aturan," pungkasnya.pem