PLN Siapkan Pasokan Listrik Venue Asian Games Hingga Lima Lapis

Salah satu venue Asian Games yang telah disiapkan (net)

MONITOR, Jakarta – PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik selama Asian Games terjaga dengan baik. Bahkan kabarnya, pasokan listrik untuk setiap venue Asian Games akan diberikan berlipat hingga lima lapis. Hal ini diungkapkan Ketua tim pengamanan pasokan listrik dalam Asian Games 2018, Bima Putrajaya.

“Kita sediakan lima lapis sistem yang akan memback-up di GBK. Sedangkan di atlet village, kita juga siapkan back up hingga tiga lapis di sistem, termasuk genset yang kita pasang,” ujar Bima Putrajaya, usai Apel Pengamanan Pasokan Listrik Asian Games, di Jakarta Timur, Selasa (10/7).

Kepala Divisi Operasi PLN Regional Jawa Bagian Barat itu mengungkapkan, pasokan listrik hingga lima lapis itu disiapkan mulai dari penyulang transmisi. Setiap penyulang, ungkapnya, memiliki empat sub sistem, sehingga kalau subsistem pertama terganggu atau hilang tegangan, ada subsistem lainnya yang akan memback-up. Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan genset dan mesin suplai daya bebas gangguan atau unterupptible power supplay (UPS).

“Kalau gardu induk satu hilang, maka gardu induk lain masuk. Lalu kita tambahkan genset dan UPS. UPS kita pasang untuk VVIP. Dengan kapasitas 2×500 kVA untuk VIP Timur dan 2×500 kVA untuk VIP barat. Itu untuk tamu eksekutif dan tamu kepresidenan,” katanya.

Dalam pengamanan pasokan listrik Asian Games ini, pihaknya menyediakan 33 UPS dengan beragam daya. Mulai dari 30 kVA, 100 kVA, 200 kVA hingga 500 kVA. Menurutnya, pengamanan pasokan listrik tidak hanya dilakukan pada venue Asian Games, namun juga pada beberapa tempat lainnya, seperti atlet village, tenda posko pengamanan, kitchen, ruang makan malam, pusat usaha kecil menengah, ticketing hingga bagian pengamanan.

“Biaya yang kami keluarkan, sudah mencapai Rp 280 miliar untuk biaya operasional. Sedangkan investasinya, dari seluruh event Asian games baik Sumatera Selatan, DKI Jakarta dan Jawa Bagian Barat, itu total Rp 5,7 triliun,” ungkapnya.

General Manager PLN Transmisi Jawa Bagian Barat, Trino Erwin mengatakan, PLN sangat berkomitmen untuk menjaga pasokan listrik dalam rangka Asian Games. Pihaknya telah mencanangkan zerro tolerance untuk gangguan listrik selama Asian Games. Segala persiapan pengamanan pasokan listrik dilakukan pada jauh-jauh hari dengan mengganti beberapa peralatan.

“Kita sudah melakukan asessment pada 100 kilometer sirkuit (KMS) jaringan transmisi yang mensuplai gardu-gardu induk di Jakarta, dan kita lakukan replacements dan perbaikan gardu induk untuk menjaga pasokan dan keandalan listrik,” katanya.

Sedikitnya, ada 31 gardu induk di Jakarta dan sekitarnya yang menjadi pensuplai utama kawasan venue Asian games. Gardu induk ini ditopang 48 trafo dengan kapasitas mencapai 2880 MVA. Jaringan listrik Asian Games ini juga ditopang 12 Interbus Transformer 500/150 Kv 500 MVA dan 100 ruas transmisi 150 kV.

“Kita juga siapkan petugas hingga 500 karyawan, 282 supporting yang kita berikan tugas khusus agar dalam pelaksanaan Asian games bisa terjaga dengan baik. Kami juga siapkan 6 posko siaga 24 jam penuh mulai 18 ajuli hingga 9 September,” jelasnya.

Sebenarnya, ungkap Trino, regional Jawa Bagian Barat memiliki 136 trafo pada gardu induk yang akan memasok seluruh pelanggan. Namun, pihaknya memfokuskan dengan pergantian 48 trafo yang akan memasok Venue Asian games. Dukungan listrik untuk Asian Games ini, jelasnya, menghabiskan anggaran hingga Rp 850 miliar.

“Kemudian ada 48 trafo yang sudah kita ganti dengan yang baru karena faktor keandalan dan faktor lain yang memungkinkan terjadinya penurunan pada rating trafo itu. Kita harapkan, kondisi instalasi prima bisa memberikan pasokan listrik yang prima saat Asian Games,”