Pernyataan PSSI terkait meninggalnya Suporter Indonesia

MONITOR, Jakarta – Seorang penonton bernama Catur Juliantono meninggal dunia akibat letusan petasan beberapa saat setelah berakhirnya pertandingan persahabatan antara tim nasional Indonesia melawan Fiji di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (2/9). 

“Sepak bola kita kembali menghadapi ujian yang berat. Duka yang mendalam untuk keluarga Catur. Kami mengecam keras tindakan tidak bertanggung jawab ini. Tak cuma suporter yang menjadi korban, sepak bola Indonesia pun bisa kembali tercoreng,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria dalam jumpa pers seusai laga Indonesia versus Fiji seperti dilansir dari laman resmi PSSI. 

Acara jumpa pers ini digelar hanya beberapa saat setelah PSSI mendapat konfirmasi dari pihak rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi tentang kondisi Catur.

Ratu Tisha menjelaskan, penyelenggaraan pertandingan berjalan lancar hingga menit ke- 97. akses kontrol sangat ketat dengan 130 personel keamanan internal, setiap titik dikontrol dengan baik dan maksimal tentunya bekerja sama dengan pihak kepolisian.

Selama pertandingan tidak ada asap, petasan, dan lain sebagainya. Saat seluruh pertandingan usai, ada kembang api ditembakkan dari tribun selatan ke timur, mengenai kepala dan korban meninggal dunia.

“Pada laga persahabatan ini kami menunjukkan banyak inovasi. Untuk pertama kalinya kami launching official merchandise store, photo fans booth, matchday program book, VVIP fans special activity, dan LED perimeter board. Tiket yang terjual sebanyak 19.636 lembar dan 9.104 online. Ini rekor penjualan tiket online laga timnas. Akan tetapi, terlepas kerja keras kami, sepakbola kita kembali menghadapi ujian,” ujar Tisha.

Tisha menegaskan, PSSI tidak akan lepas tangan meninggalkan keluarga korban. “Kami bertanggung jawab sepenuhnya. Karena itu pula kami langsung menyampaikan kepada media, kejadian yang sebenarnya secara terbuka untuk melindungi roh sepak bola, yaitu jiwa besar dan sportivitas. Belajar dari peristiwa ini kami memohon dukungannya yang terbaik untuk PSSI kita,” ujar Tisha.

Kapten Timnas Indonesia Bayu Pradana juga mengaku terkejut dan menyesalkan kejadian ini. “Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan hal ini tidak boleh terjadi lagi. Kami sangat menyayangkan mengapa hal seperti ini terjadi,” kata Bayu.

Hal yang sama diungkapkan Andik Vermansah. Pemain Selangor FA ini merasa kaget karena sepanjang pertandingan  suporter terbilang tertib. Hanya jelang laga usai suporter di tribun selatan menyalakan kembang api dan petasan hingga menyebabkan korban jiwa.

“Saya ikut berduka atas kejadian ini. Semoga ini yang terakhir,” kata Andik.