Hari Ketiga Operasi ODOL, Petugas Tindak 186 Kendaraan di Tol Jakarta-Tangerang

Seorang petugas Jasa Marga saat menempelkan stiker bagi truk yang terbukti bermuatan lebih (Dok. Jasa Marga)

MONITOR, Tangerang – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Jakarta-Tangerang-Cengkareng (JTC) menggelar operasi Over Dimension dan Over Load (ODOL) di KM 9+600 (eks Gerbang Tol Karang Tengah) arah Jakarta, Senin (30/7) hingga Jumat (03/8). Operasi yang berlangsung sekitar pukul 09.00-14.00 WIB ini bertujuan untuk menertibkan kendaraan berat yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Tangerang.

Operasi digelar dengan turut menggandeng tim dari Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat. Selain kendaraan melebihi berat muatan (over load), penertiban juga dilakukan terhadap kendaraan berat yang melebihi dimensi kendaraan maupun muatan (over dimension) serta melewati masa berlaku KIR.

Truk bermuatan lebih yang ditindak petugas Jasa Marga pada operasi kendaraan ODOL (Dok.Jasa Marga)

Traffic Control Service Manager Ruas Jakarta-Tangerang Jasa Marga Cabang JTC Bing Purwatadi mengatakan, rata-rata kendaraan yang melintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang berjumlah lebih dari 100 ribu kendaraan per hari. Dari jumlah itu, sebanyak 17% di antaranya adalah kendaraan Golongan 2 hingga Golongan 5. Kendaraan Golongan 2 sampai Golongan 5 tersebut banyak yang muatannya berlebih.

“Over load ini tentunya sangat berpengaruh pada faktor penunjang kelancaran, di mana kendaraan yang over load itu tentunya sering mengalami gangguan, seperti pecah ban, patah baut roda, bahkan patah as roda sehingga menjadi hambatan-hambatan di jalan,” ujar Bing.

Selain itu, tambahnya, kendaraan over load itu tidak mempunyai akselerasi dan daya pengereman yang baik. Dampaknya adalah meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan di jalan, tabrak depan, maupun tabrak belakang. Tambah lagi, kendaraan over load dapat menyebabkan kerusakan konstruksi jalan sehingga jalan menjadi bergelombang, berlubang, dan tidak rata.

Bing meneruskan, akibat kendaraan over load, kepadatan bisa terjadi dua kali, yakni saat kendaraan over load melintas dan saat perbaikan jalan yang menjadi cepat rusak akibat kendaraan over load tersebut.

“Tentunya hal ini akan mengurangi kenyamanan pengguna jalan lain. Imbauan kami untuk para pengusaha dan para pemilik kendaraan angkutan pribadi untuk lebih memperhatikan muatan kendaraannya supaya tidak over load demi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara operasi ODOL di Jalan Tol Jakarta-Tangerang KM 9+600 yang telah masuk sejak tanggal 30 Juli-1 Agustus 2018, diketahui adanya kecenderungan peningkatan jumlah kendaraan over load atau over dimensi yang terjaring tiap harinya.

Pada hari pertama, tanggal 30 Juli 2018, jumlah kendaraan berat yang diperiksa dalam operasi ini adalah sebanyak 64 unit. Dari jumlah itu, kendaraan yang terbukti over load sebanyak 41 unit (64,06%), over dimensi 12 unit (18,75%), dan normal 11 unit (17,19%). Pada hari kedua, (31/8), jumlah kendaraan yang diperiksa berjumlah 86 unit dengan rincian kendaraan yang terbukti over load 47 unit (54,65%), over dimensi 6 unit (6,98%), dan normal 33 unit (38,37%). Pada hari ketiga operasi (01/8), dari 109 unit kendaraan yang diperiksa, 65 unit (59,63%) di antaranya terbukti over load, over dimensi 15 unit (13,76%), dan normal 29 unit (26,61%).

Secara keseluruhan, dalam tiga hari operasi, jumlah kendaraan yang diperiksa adalah 259 unit. Dari jumlah itu, kendaraan yang terbukti over load 153 unit (59,07%), over dimensi 33 unit (12,74%), dan normal 73 unit (28,19%).

Rencananya, Bing mengatakan, pihaknya akan tetap menggelar operasi serupa setiap bulan sampai dengan akhir Desember 2018.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia