Arus Balik di Tol Jakarta-Cikampek Meningkat Signifikan

MONITOR, Jakarta – Pada arus Balik Lebaran 1439 H tepatnya H+2, Senin (18/6) kemarin lalulintas yang melintasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek mengalami peningkatan yang signifikan. Itu dari volume lalulintas yang terlihat Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama.

Berdasarkan siaran pers resmi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Peningkatan volume lalulintas arus balik di GT Cikarang Utama adalah sebesar 116.104 kendaraan atau meningkat 63% dari volume lalulintas harian normal yaitu 71.398 kendaraan. Lalulintas yang melewati Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan H+2 diketahui 58% berasal dari Jalur Utara (GT Palimanan dan GT Cikampek) dan 42% berasal dari Jalur Selatan (GT Cileunyi) dan Jalur Tengah (GT Sadang).

“Peningkatan volume lalulintas ini akibat terjadinya kepadatan di beberapa titik, Jasa Marga dibawah koordinasi dan diskresi Kepolisian melakukan berbagai upaya untuk mengurai kepadatan tersebut, diantaranya melakukan buka tutup rest area, contraflow, pengalihan lalulintas, dan pengaturan lalulintas satu arah (ke arah Jakarta) serta penggunaan gardu reversible di GT Cikarang Utama, dari sebelumnya 29 gardu menjadi total 32 gardu yang keseluruhannya di dedikasikan untuk melayani pengguna jalan yang ke arah Jakarta, dan penggunaan 11 mobile reader untuk mempercepat waktu transaksi,” kata┬áSenior Specialist Corporate Communications PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Irra Susiyanti.

Menurutnya, pada H+3 Lebaran 1439 H atau Selasa (19/6), diperkirakan volume lalu lintas yang melewati GT Cikarang Utama arah Jakarta, mencapai 105.400 kendaraan, atau meningkat 48% dibanding volume lalu lintas normal yaitu sebanyak 71.398 kendaraan.

Untuk perjalanan arus balik yang lebih nyaman, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk mengatur waktu keberangkatan guna menghindari kepadatan lalu lintas, mengecek kondisi lalulintas melalui aplikasi JMCARe atau aplikasi monitoring lalulintas lainnya, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Layanan top up tunai di gerbang tol hanya dilakukan dalam kondisi darurat. Selain itu, pastikan kecukupan BBM kendaraan sebelum memasuki perjalanan di jalan tol.