Peringati Hari Kartini, Desi Arryani Paparkan Peran Jasa Marga Membangun Negeri

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan kegiatan “PUPR Goes to Campus 2018” yang diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Arryani menjadi narasumber dalam kegiatan kuliah umum tersebut di Universitas Mercu Buana, Jakarta, Jumat, (20/4).

Selain Desi Arryani, kuliah umum yang melibatkan lebih dari 800 mahasiswa ini dihadiri pula oleh Sekjen Kementerian PUPR Anita Firmanti, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Kepala Badan Pengembangan SDM Kementrian PUPR Loli Martina Martiep, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Saleh Atmawidjaja, Rektor Universitas Mercu Buana Arissetyanto Nugroho, serta Ira Koesno sebagai moderator.

Dalam kuliah umum yang bertajuk “Perempuan Peduli Infrastruktur” tersebut, Desi menjelaskan peran Jasa Marga dalam membangun infrastruktur negeri. Ia menuturkan bahwa saat ini Jasa Marga mengoperasikan 62% jalan tol di seluruh Indonesia. Selain itu, menurut Desi, Jasa Marga saat ini memiliki total 680 Km jalan tol operasi, dan 1.497 Km konsesi jalan tol.

Dengan banyaknya jalan tol yang dimiliki oleh Jasa Marga, Desi menjelaskan, Perseroan berperan penting terhadap pengembangan konektivitas infrastruktur, peningkatan daya saing bangsa, peningkatan pertumbuhan ekonomi bangsa, dan pencapaian nawa cita (RPJMN) Pemerintah.

“Dari segi panjang jalan, Jasa Marga memegang mayoritas konsesi, yaitu 62%. Begitu juga dari segi transaksi, Jasa Marga memiliki lebih dari 80% dari market share jalan tol di seluruh Indonesia,” ujar Desi di hadapan para mahasiswa.

Lebih lanjut, Desi menjelaskan pencapaian dan terobosan yang telah dilakukan oleh Jasa Marga, khususnya pada tahun 2017. Salah satu pencapaian yang diwujudkan oleh Jasa Marga di tahun 2017 lalu diantaranya adalah pertumbuhan hak konsesi jalan tol sepanjang 237 Km, penambahan tol beroperasi sepanjang 88,7 Km, menerapkan 100% transaksi non-tunai, serta pertumbuhan total aset sebesar 48,02% atau setara Rp79,19 Triliun.

“Pada tahun lalu juga, Jasa Marga menerbitkan Project Bond pada level proyek dan Global IDR Bond pada level induk yang diberi nama 'Komodo Bond' untuk mendanai investasi proyek jalan tol,” tuturnya.

Atas segala pencapaian dan prestasi gemilang tersebut, sepanjang tahun 2017 Jasa Marga diganjar belasan penghargaan bergengsi dari berbagai ajang, salah satunya adalah menjadi “The Most Popular Company Category Transportation” yang diselenggarakan oleh Indonesia Corporate PR Award 2017.

Menurut Desi, segala pencapaian Jasa Marga tidak lepas dari peran Pemerintah yang terus mendorong Perseroan untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur di Indonesia, khususnya di bidang jalan tol. 

Dalam sesi tanya jawab, Desi mendapat pertanyaan dari mahasiswa yang bertanya terkait persiapan Jasa Marga dalam menghadapi arus mudik/balik Lebaran 2018.

Desi menjawab, bahwa dalam menghadapi Lebaran 2018, Jasa Marga telah mempersiapkan segenap strategi untuk kelancaran arus mudik dan arus balik. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan ruas-ruas yang tergabung dalam proyek jalan tol Trans Jawa untuk dijadikan jalur fungsional.

"Dengan memanfaatkan jalur fungsional dari Jakarta hingga Surabaya, seharusnya arus mudik atau balik tahun ini lebih lancar. Pada Lebaran tahun lalu juga arus mudik sangat lancar, sehingga Jasa Marga mendapat penghargaan terkait kontribusinya dalam kelancaran arus mudik-balik Lebaran 2017," jawab Desi.

Upaya lainnya yang dilakukan oleh Jasa Marga, Desi meneruskan, adalah dengan memanfaatkan mobile reader serta memberikan informasi terkait lalu lintas melalui kanal-kanal komunikasi yang dimiliki oleh Jasa Marga.