Penumpang Saling Berpamitan Saat Pesawat AirAsia Terjun 20.000 Kaki

MONITOR – Pesawat AirAsia rute penerbangan Peth-Bali terpaksa harus kembali ke Australia setelah mengalami keadaan darurat, Minggu (15/10).

Diberitakan berbagai media lokal, akibat kehilangan tekanan udara selama 25 menit pesawat dengan nomor penerbangan QZ535 itu sempat terjun 20.000 kaki dari ketinggian 32.000 kaki.

Liputan Nine News Australia mengatakan, para penumpang menggambarkan peristiwa tersebut sebagai peristiwa "mengerikan" dan akhir dari hidup mereka.

Pesawat tersebut hanya 25 menit di udara. Meski demikian kengerian yang dirasakan penumpang cukup mendalam.

"Saya benar-benar mengangkat telepon dan mengirim teks ke keluarga, hanya berharap mereka menerimannya," kata salah seorang penumpang wanita Perth Lea.

"Kami semua mengucapkan selamat tinggal satu sama lain. Itu benar-benar menjengkelkan," katanya lagi.

Dia mengatakan bahwa saat itu awak kabin nampak panik, namun penumpang saat itu dalam suasana yang gelap. "Salah satu pramugari mulai berlari meyusuri lorong dan kami berpikir, mengapa dia berlari?" katanya. "Dan kemudian masker jatuh dan semua orang mulai panik."

"Tidak ada yang memberi tahu kami apa yang sedang terjadi."

(Penumpang mengatakan mereka saat itu dalam keadaan panik/ 9News)

Warga Ibukota Perth, Tracy yang sedang dalam penerbangan itu dengan anak sulungnya, Jayden mengatakan, semula anaknya ingin naik pesawat lain, namun ia yakin kejadian serupa tidak akan terulang. "Aku terbang setiap tahun di AirAsia," katanya.

Setelah 25 menit menegangkan itu, pesawat mendarat dengan selamat, dan 145 penumpang dipindahkan ke penerbangan selanjutnya.

Dalam sebuah pernyataan pihak AirAsia mengatakan para teknisinya di Bandara Perth akan segera memeriksa pesawat tersebut.

"Keamanan para pelanggan adalah perioritas utama kami," bunyi pernyataan tersebut.

"AirAsia Indonesia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan."