Penjelasan Jasa Marga soal Mesin Pembaca UE di Tol Pasteur

MONITOR, Bandung – Kepadatan di Gerbang masuk tol Pasteur dan Cileunyi akibat mesin pembaca uang elektronik yang terkesan lambat dikeluhkan beberapa pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut.

Menanggapi hal tersebut,  General Manager Jasa Marga cabang Tol Purbaleunyi, Reza Febrianto menjelaskan bahwa kepadatan di gerbang masuk tol itu diakibatkan karena pengguna jalan belum memiliki uang elektronik. Sehingga menambah waktu transaksi khususnya di Cileunyi dan Pasteur yang belum diberlakukan elektronifikasi.

"Masukannya akan dievaluasi, diteruskan ke petugas lapangan untuk membantu proses taping. Pasteur kan belum diberlakukan elektronifikasi, jadi ada beberapa mesin reader yang masih membaca Kartu Tanda Masuk Elektroniknya dua kali, menimbulkan durasi pembacaan agak lama," ujar Reza melalui siaran tertulis, Selasa (17/10).

Menurut Reza, sebenarnya proses taping tidak perlu dilakukan hingga berkali-kali atau pun digesek terus-menerus. Oleh sebab itu, hal itu lah yang memperlambat proses transaksi yang berdampak antrenya pengendara di gerbang tol.

Dalam kesempatan itu, Reza menuturkan proses taping cukup sekali kemudian tunggu lampunya berwarna hijau. "Cukup tap sekali, tunggu sampai lampu hijau dan terbuka," katanya.

Sepeti diketahui, penyebab kartu e-money tidak terbaca atau rusak. Penyebabnya mungkin karena ditaruh sembarangan sehingga kepanasan, atau ditaruh bersama kartu bermagnet lainnya sehingga rusak, ada juga yang memang baru dipakai satu dua kali, seterusnya rusak. Hal ini tentu saja akan mengganggu pengguna tol di belakangnya.