Pengamat: Saat yang Tepat Lebanon Basmi ISIS di Perbatasan

MONITOR, Beirut – Angkatan Bersenjata Lebanon melanjutkan operasi militer mereka melawan ISIS di daerah perbatasan dengan Suriah. Kamis ini, militer negara itu menembaki lokasi ISIS dengan altileri dan rudal.

Sebelumnya, Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon mengatakan pihak berwenang negaranm telah menyetujui rekomendasi mengenai operasi militer guna membebaskan wilayah perbatasan dari teroris.

Pakar militer Lebanon, Muhammad Khawaja mengatakan bahwa sukses operasi Lebanon harus dikoordinasikan dengan Angkatan Darat Suriah meski ada perbedaan politik antara kedua negara.

"Ada perang bersama dan kita memiliki musuh yang sama untuk mengalahkan ISIS, (Lebanon) perlu bekerjasama dengan Damaskus dan Saya rasa militer Lebanon akan ada kontak dengan Tentara Suriah di lapangan meski ada ketegangan politik," kata Khawaja kepada Sputnik, Minggu (13/8).

Ahli mencatat bahwa ada perbedaan antara politisi Lebanon mengenai kerisis Suriah. Beberapa politisi Lebanon mendukung Damaskus dan yang lain berada di belakang oposisi Suriah. Terlebih beberapa kekuatan di pemerintah dan parlemen Lebanon menentang koordinasi dengan militer Suriah terkait operasi tersebut.

Khawaja juga berkomentar mengenai laporan oleh beberapa media Amerika Serikat tentang dukungan untuk operasi tersebut, ia mengatakan bahwa personil militer Lebanon telah dilatih secara profesional untuk memerangi terorisme. Sedangkan terkait bantuan AS, ia menduga hal itu terkait amunisi.

Mengomentari awal operasi ini, Ahli mengatakan hal ini adalah saat yang tepat untuk melakukan serangan semacam itu, dengan mempertimbangkan kemajuan terbaru dari Tentara Suriah dan sekutu-sekutunya.

"Dalam beberapa bulan terakhir, mereka membebaskan ratusan wilayah pemukiman dari ISIS dan menguasai lebih dari 45 kilometer perbatasan Suriah-Irak," kata Khawaja.