Pemuda Muhammadiyah Jakarta Kritik Aksi Walk Out Ananda Sukarlan

MONITOR, Jakarta – Aksi walk out yang dilakukan komponis Ananda Sukarlan saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pidato di acara HUT ke-90 Kolese Kanisius Jakarta, menuai kritik dari berbagai elemen termasuk Pemuda Muhammadiyah. Aksi pianis ternama yang diikuti beberapa alumni lainnya ini dianggap tak memiliki etika.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi DKI Jakarta Syahrul Hasan menilai, Ananda Sukarlan tak sepatutnya melakukan aksi walk out. Sebab kehadiran Anies Baswedan sebagai tamu adalah atas permintaan resmi dari tuan rumah yakni Kolese Kanisius.

"Aksi walkout Ananda Sukarlan yang menuduh Anies Baswedan meraih kursi gubernur tidak sesuai nilai-nilai Kanisius adalah jauh panggang dari api," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis yang diterima Monitor, Selasa (14/11).

Syahrul menjelaskan, selama ini Muhammadiyah yang memiliki gedung bersebelahan dengan Kanisius di jalan Menteng Raya nomor 62 selalu bersikap toleransi. "Saat Prof. Din Syamsuddin menjabat sebagai Ketua Umum, Muhammadiyah selalu menyediakan lahan parkir untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan Keluarga Besar Kolese Kanisius," terangnya.

"Ini sebagai wujud nyata dan otentiknya toleransi Keluarga Besar Muhammadiyah," tambah Syahrul. 

Terkait aksi Ananda Sukarlan, ia mengaku sangat menyayangkan apabila ada alumni Kanisius yang intoleran dan jauh dari nilai-nilai yang diajarkan Kanisius.

Padahal sosok Anies, menurut Syahrul, selama ini selalu mengedepankan dan menjaga nilai-nilai toleransi dan persatuan antar umat beragama. "Selama ini telah berjalan dengan baik, karena beliau adalah cucu dari pendiri Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai," ujarnya.

Tak banyak orang tahu, Anies Baswedan merupakan bagian dari Keluarga Besar Muhammadiyah, baik secara struktural maupun kultural. Saat ini Anies Baswedan diamanahi sebagai penasehat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu. Dimana Prof. Din Syamsuddin menjabat sebagai ketua ranting tersebut.