Pembangunan Aldiron Plaza Cinde Dipersoalkan

MONITOR, Jakarta – Pembangunan Aldiron Plaza Cinde (APC) dipermasalahkan. Hal ini menyusul adanya protes yang dilayangkan konsumen terkait tak kunjung selesainya pembangunan pasar modern tersebut.

Adalah Yeni, salah seorang konsumen yang mempertanyakan keseriusan PT Magna Beatum Member Of Aldiron Hero Group dalan membangun APC.

"Ini kapan selesai pembangunannya, kok sampai sekarang belum jadi. Bahkan saya lihat pengerjaan fisik dihentikan. Ini ada apa," tanya Yeni heran, di Jakarta, Jumat (6/4).

Diakui Yeni, sebagai kosumen, dirinya sempat mendengar kabar tak sedap, jika tempat yang dijadikan APC itu masuk sebagai cagar budaya.

"Kalau itu menjadi persolannya, lantas bagimana dengan Ground Breaking awal Februari 2018 lalu. Berarti acara Ground Breaking itu pembodohan dong bagi kami," terangnya.

Hak sebagai konsumen, kata dia, juga sudah mulai diabaikan. Contohnya seperti layout yang terus berubah tidak sesuai pada waktu awal-awal transaksi pembelian kios sesuai layout yang ditawarkan. Menurutnya, kewajiban konsumen tetap harus dilaksanakan dan harus tepat waktu atau dikenakan denda.

"Yang lebih parah, ada tunggakan kewajiban bisa berakhir dengan pembatalan sepihak dari pihak developer," tegasnya.

"Yang ditanyakan, mana kewajiban dan tanggung jawab sebagai developer pada konsumen. Kapan akan berdiri bangunan tersebut," tanyanya kembali.

Yeni pun mengingatkan, agar developer tidak mengabaikan para konsumen yang sudah membayar baik yang tunai keras atau yang cicilan melalui bank. Dia juga menduga, sepertinya mall yang dipimpin oleh Atar Tarigan sebagai Direktur Utama belum ada ijin dari dinas terkait atas pembangunan tersebut.

"Menjadi pertanyaan bagi kami semua, ini developer bonafid atau developer abal-abal," tegas dia.

Untuk diketahui Mall tematik ini awalnya merupakan pasar tradisional Cinde yang di revitalisasi menjadi Aldiron Plaza Cinde (APC).

Sebelumnya sempat ada penolakan pada waktu pembongkaran bangunan pasar Cinde dari elemen masyarakat palembang terkait salah satu bangunan cagar budaya Dengan banyak hastag #savecinde.

Penjualan kios sudah dilakukan sejak Maret 2017 dalam bentuk layout ( jual-gambar ) per lantai sesuai zoning atau peruntukan.

Saat ini, para konsumen mulai malas membayar angsuran kios karena tidak ada progress setelah ‘ground-breaking’ diharapkan ada niat baik dari developer untuk segera membangun APC sesuai dengan promosi yang ada.