Pastikan Aman Saat Beroperasi, Anies Diminta Sidak LRT

LRT

MONITOR, Jakarta – Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar segera melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT ) rute Kelapa Gading-Velodrome.

Sugiyanto mengatakan bahwa untuk memastikan proyek LRT Jakarta dapat beroperasi tepat waktu, Gubernur perlu mengetahui kendala-kendala yang harus dituntaskan baik pada persyaratan teknis maupun kendala pada internal.

“Bisa bikin malu Masyarakat Jakarta, LRT Jakarta belum operasi. Ini karena masih ada persyaratan yang belum terpenuhi, seperti sertifikat laik operasi dan safty assesment dari Kemenhub, uji operasi, perjanjian kerjasama ( PKS) antara PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Pemprov DKI Jakarta, izin operasi penuh, dan penetapan tarif. Itu semua belum ada harus cepat dituntaskan,” ujar Sugiyanto kepada MONITOR.

Sugiyanto menambahkan bahwa pergantian Direktur Utama PT Jakpro dan pencopotan serta rencana pergantian pejabat pada Pemprov DKI Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta jangan menjadi penyebab terhambatnya rencana pengoprasian proyek LRT Jakarta.

Boleh jadi pejabat tersebut takut mengambil keputusan karena baru menjabat atau karena statusnya hanya Pejabat Pelaksana Tugas (PLT). Tetapi seharusnya tetap bersandar pada profesionalisme pejabat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Lebih lanjut Sugiyanto menjelaskan bahwa setidaknya ada 5 (Lima) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Pemprov DKI Jakarta yang terlibat dalam proses percepatan pengoprasian LRT Jakarta, yaitu Dinas Pehubungan (Dishub), Badan Pengelolahan Ase Daerah (BPAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA), Asisten Perekonomian, dan Biro Hukum DKI Jakarta.

Oleh karenanya Sugiyanto berharap Gubernur Anies Rasyid Baswedan perlu melihat langsung kondisi lapangan proyek LRT Jakarta dan fakta-fakta kendala yang ada pada PT Jakpro dan Pemprov DKI Jakarta.