Organisasi Takmir Jengkel Masjid dijadikan Objek Tempat Berpolitik

MONITOR, Jakarta – Pernyataan keras dilontarkan oleh Forum Silaturahim Takmir Masjid (FSTM) se-Jakarta terkait keberadaan masjid yang sering dijadikan tempat berpolitik yang isinya menghujat yang kadang berujung pada sebuah konflik.

Melihat fenomena ini, FSTM mengajak semua pihak khususnya umat Islam agar selalu menjaga mesjid sebagai tempat ibadah bukan tempat untuk berpolitik.

"Masjid sering dijadikan tempat untuk berpolitik praktis sudah terjadi dimana-mana. Ini jangan dibiarkan menjelang pemilihan kepala daerah 2018, dan tahun politik 2019 mendatang," ungkap Koordinator Forum Silaturahmi Takmir Mesjid se-Jakarta (FSTM) Husni Mubarok Amir 

Husni mengatakan, penolakan itu harus segera disampaikan karena melihat situasi yang terjadi saat ini. “Kami juga berharap kepada seluruh pengurus masjid di tanah air agar menjaga masjid dari praktek politik,” katanya, Sabtu (27/1).

Menurutnya, langkah itu harus segera diambil mengingat tahun ini dan mendatang, perang politik masih terus terjadi. Dan agar hal itu tak terulang, mereka pun melakukan penolakan dan meminta masjid dikembalikan sebagai fungsinya.

Ada lima poin yang dinilai perlu diperhatikan dan digalakkan. Forum tersebut mengeluarkan lima seruan sebagai pernyataan sikap:
1. Menolak segala bentuk Politisasi Masjid
2. Masjid harus dikembalikan sesuai dengan fungsinya, yaitu tempat untuk beribadah kepada Allah SWT dan tempat untuk menyampaikan pesan-pesan suci agamanya
3. Masjid harus menjadi sarana untuk mempersatukan umat, bukan dijadikan sarana untuk memecah belah dan memperuncing perbedaan.
4. Meminta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan
5. Menjadikan mimbar-mimbar Masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi bukan caci maki, ujaran kebencian dan ajakan permusuhan.

"Semuanya sudah keliru dan kebablasan. Jangan masjid dijadikan tempat untuk ke dzaliman. Masiiid dibangun untuk tempat orang bertaqwa," pungkasnya.