OKI Nyatakan Yerusalem Timur Ibukota Palestina, Begini Respon Pemimpin Israel

MONITOR, Yerusalem – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pihaknya "tidak terkesan" dengan pernyataan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang mendesak seluruh dunia untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

"Kami tidak terkesan dengan semua peryataan ini," kata Netanyahu dalam sebuah pidato, Rabu (13/12) seperti dilansir Channel News Asia, sekaligus ditambahkan bahwa pihaknya yakin akan banyak negara yang akan mengikuti jejak Presiden AS Donald Trump dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Komentar Netanyahu tersebut datang setelah para pemimpin dunia yang tergabung dalam OKI melakukan pertemuan dan mengambil sikap atas langkah Trump pekan lalu.

"Orang-orang Palestina akan lebih baik dengan mengenali kenyataan dan bertindak demi perdamaian dan bukan ekstremisme," kata Netanyahu lagi.

"Mereka harus mengakui fakta lain tentang Yerusalem, bukan hanya ibu kota Israel, tetapi juga kita tetap menghormati Yerusalem karena kebebasan beribadah untuk semua gama, dan kita adalah orang-orang di Timur Tengah yang melakukan hal ini seperti tidak ada orang lain," tukas Netanyahu.

(Baca Juga: Nyatakan Yerusalem Ibu Kota Palestina, OKI Ajak Negara Dunia Ikut Serta)

Di lain pihak, Negara-negara dunia yang tergabung dalam OKI tengah bertemu di Istanbul, Turki menyepakati sanksi konkret terhadap Israel atau Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut kemudian disusul pernyataan akhir yang menyebut "Yerusalem Timur sebagai ibu kota Negara Palestina" dan mengundang "semua negara untuk mengakui Negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibukota yang diduduki."