Mogok Masal, Kota Barcelona Lumpuh

MONITOR, Barcelona – Jalan-jalan di Ibukota wilayah Catalan, Barcelona, Sepanyol hari ini, Selasa (3/10) mendadak padat oleh para demonstran yang melakukan mogok masal menuntut kemerdekaan.

Bahkan, stasiun metro Barcelona yang biasanya aktif kini ditutup, dimana masa menutup jalan-jalan utama dan para pegawai negeri sipil pada hari itu turut lbur kerja sebagai tanggapan atas pemogokan masal yang dilakukan oleh kelompok pro kemerdekaan setelah ratusan orang terluka dalam sebuah tindakan keras polisi Spanyol atas refrendum yang dilarang.

Dilansir Reuters, dalam beberapa video yang menunjukkan adegan polisi lapos baja Spanyol yang mengayunkan tongkat dan menembakkan peluru karet pada para pemilih di tempat pemungutan suara belakangan mendapatkan kecaman, hal itu membuat Uni Eropa meminta perundingan untuk memecahkan kebuntuan antara Madrid (Ibukota Spanyol) dengan Barcelona.

Hari Minggu kemarin, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan bahwa pemungutan suara telah gagal, sementara pemimpin Catalan Carles Puigdemont berjanji untuk melanjutkan proses kemerdekaan apabila jutaan orang yang memadati jalan-jalan utama memilih untuk membubarkan diri.

Dua serikat pekerja terbesar di Spanyol pada Senin (2/10) mengatakan bahwa mereka tidak akan ambil bagian dalam pemogokan masal dan juga meminta dialog antara pemerintah pusat dengan Catalonia.

"UGT dan CCOO dengan jelas menyatakan ini strategi politik. Kami tidak melakukan pemogokan pada 3 Oktober," kata mereka Senin.

Namun, banyak layanan umum yang dikelola pemerintah Catalan memang mengalami penghentian sementara, dengan angkutan umum berjalan sekitar 40 persen, dan menurut laporan Reuters, sementara pekerja pelabuhan dan pegawai negeri juga turut meliburkan diri.

Pintu masuk ke beberapa kantor pemerintah diblokir oleh orang-orang yang memilih kemerdekaan.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia